Pages

Jumat, 26 September 2014

Kisah Nyata dapat Rejeki berkat Kesabaran

                                                                           
                      
Kesabaran serta keikhlasan Mbah Sarno menuai rezeki yang berlimpah dari apa yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
 MAAF MAS, SAYA NGGAK PUNYA UANG KEMBALIAN ...
Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. 
Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

Hikmah yang perlu kita Ambil dari kisah nyata ini Adalah :
Orang-Orang yang senantiasa bersabar itu akan selalu disayang sama Alloh..

Akibat Sombong terhadap Alloh

                                                                         
4 :- Orang Yang dilaknat Oleh Alloh SWA.
              
Nabi Musa a.s. termasuk nabi yang banyak diceritakan kisahnya dalam Al-Quran. Dalam hidupnya beliau bertemu empat jenis manusia dengan kesombongannya masing-masing. Keempat-empat adalah: 

1. Firaun, raja Mesir: seorang raja atau penguasa yang amat zalim dan kejam. Dia mengaku dirinya adalah tuhan yang menguasai segala sesuatu. Dia membunuh orang dengan sekehendak hatinya saja. Dia juga merampas kebebasan orang dan harta tanpa sebab dan dia juga menyembelih bayi. Menjadi sombong karena dia merasakan mempunyai kuasa yang tiada siapa mampu menandinginya. Bala tentera yang amat ramai jumlahnya menjadikan dia merasa dirinya adalah tuhan yang mampu berbuat apa saja. Dia tidak dapat menerima hakikat jika ada orang yang nampak lebih berkuasa dari dirinya untuk berbuat sesuatu. 

2. Haman, menteri Firaun: seorang saintis bijak yang amat sombong karena merasa paling tahu tentang segala hal, terutama teknologi tercanggih pada masa itu. Dia tidak boleh menerima adanya manusia yang lebih tahu dan lebih pintar dari dirinya dalam apa perkara sekali pun. Bahkan dia dan Firaun mahu mencari Tuhannya Musa dengan membuat suatu bangunan yang sangat tinggi menggapai langit. Kedua orang ini serta seluruh bala tentara Firaun ditenggelamkan Allah di laut merah. 

3. Qarun, si orang kaya: seseorang yang sangat kaya sehinggakan kunci gudang tempat hartanya - hartanya disimpan perlu dipikul oleh beberapa orang lelaki yang sangat kuat. Qarun digelar Al Munawwir karena suaranya yang amat bagus jika dia membaca Taurat. Tapi dia adalah musuh Allah. Kesombongan Qarun adalah merasa bahwa semua perkara boleh dibeli, semua masalah dapat dia selesaikan dengan uang yang amat banyak. Dia juga mengaku bahwa hartanya yang amat banyak itu adalah hasil dari ilmu yang ada pada dirinya. Maksudnya, karena dia pandai mencari uang maka dia kaya. Qarun sangat iri hati kepada Nabi Musa as kerana Nabi Musa berpengaruh kepada kaumnya. Maka Qarun memfitnah Nabi Musa as dengan membayar seorang perempuan pelacur agar perempuan itu mengatakan bahawa dia berzina dengan Nabi Musa. Ketika Qarun bertemu Nabi Musa, dia menantang untuk saling berdoa pada Tuhan. Qarun berdoa, tidak ada jawapan. Nabi Musa berdoa, maka bumi menelan Qarun, orang-orangnya dan hartanya hidup-hidup. 

4. Bal'am, si ulama jahat: Bal'am adalah seorang ulama (pemuka agama) terkemuka saat itu. Dia seorang yang ma'rifat. Dianugerahkan Allah kemampuan untuk melihat malaikat dan 'Arsy. Bahkan Bal'am dianugerahi "ishmul a'zham" iaitu Nama Allah Yang Teragung, di mana jika dalam doa disebutkan Nama itu, maka doa itu pasti terkabul. Kesombongan Bal'am kerana menganggap bahawa dialah orang yang paling hebat masa itu, paling benar, paling 'alim dalam ilmu agama dan orang yang doanya pasti terkabul. Akhirnya, dia menggunakan lidahnya untuk mendoakan keburukan bagi Nabi Musa as. dan kaumnya. Doanya tidak dimakbul, malah berbalik pada dirinya. Allah mencabut semua ma'rifat dan ishmul a'zham pada dirinya sehingga dia mati kafir dan merana. Ada yang mengatakan bahwa dia meninggal dengan lidah terjulur keluar.


Naudzubillahi mindalik .. Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang SOMBONG

Selasa, 23 September 2014

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

9 :- Keutamaan di Bulan Dzulhijjah

                                                                                    

Amalan Bulan Dzulhijjah

“Khusus tentang puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.”


Rasulullah SAW telah bersabda:

“Dua bulan untuk berhari raya tidak berkurang keduanya, Ramadhan dan Dzulhijjah.” (HR Muslim ).

Dalil-dalil tentang keutamaan bulan Dzulhijjah

Firman Allah subhanahu wata’ala:

“Demi fajar dan malam yang sepuluh” (QS. Al Fajr :1-2)


Diriwayatkan dari shahabat Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (dari bulan Dzulhijjah).” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad fi sabilillah?” Beliau bersabda: “Dan tidak pula jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatupun.” (HR Jama’ah kecuali Muslim dan an-Nasa’i).


Dalam kitabnya Fathul Baari menyatakan : “Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya semua ibadah-ibadah yang utama yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji dan tidak ada selainnya waktu seperti itu”.

Amal-amal yang Disyariatkan pada Hari-hari Tersebut


1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Kedua ibadah inilah yang paling utama dilaksanakan pada hari-hari tersebut, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda : “Umrah yang satu ke umrah yang lainnya merupakan kaffarat (penghapus dosa-dosa) diantara keduanya, sedang haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)


2. Shaum pada hari Arafah, ketika jamaah haji sedang wukuf (9 Dzulhijjah).

Tidak diragukan lagi bahwa ibadah puasa merupakan salah satu amalan yang paling afdhal dan salah satu amalan yang dilebihkan oleh Allah SWT dari amalan-amalan shalih lainnya. Sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi:

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka (karena puasanya) sejauh 70 tahun perjalanan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Khusus tentang puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.”


3. Memperbanyak takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut.

Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata’ala:

“Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang tertentu” (QS. Al Hajj: 28)

Tafsiran dari “hari-hari yang tertentu” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu para ulama kita menyunnahkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Dan penafsiran itu dikuatkan pula dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah padanya, melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil , takbir dan tahmid.”


4. Bertaubat dan menjauhi kemaksiatan serta seluruh dosa agar mendapatkan maghfirah dan rahmat dari Allah SWT.

Hal ini penting dilakukan karena kemaksiatan merupakan penyebab ditolaknya dan jauhnya seseorang dari rahmat Allah SWT, sebaliknya ketaatan merupakan sebab kedekatan dan kecintaan Allah SWT kepada seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh Allah itu cemburu dan kecemburuan Allah apabila seseorang melakukan apa yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


5. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnat seperti shalat, membaca Al Qur’an, bersedekah, dan ibadah sunah lainnya.

Amalan tersebut akan dilipat gandakan pahalanya jika dilakukan pada hari-hari tersebut. Ibadah yang kecil pun jika dilakukan pada hari-hari tersebut akan lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala daripada ibadah yang besar yang dilakukan pada waktu yang lain. Contohnya jihad, yang merupakan seutama-utama amal, namun akan dikalahkan oleh amal-amal shalih lain yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, kecuali orang yang mati syahid.


6. Disyariatkan pada hari-hari tersebut bertakbir di setiap waktu, baik itu siang maupun malam, terutama ketika selesai shalat berjama’ah di masjid.

Takbir ini dimulai sejak Shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, sedang bagi jama’ah haji sejak Zhuhur hari penyembelihan (10 Dzulhijjah). Adapun akhir hari bertakbir adalah pada hari Tasyrik yang terakhir (13 Dzulhijjah).

Imam Bukhori berkata: “Adalah Ibnu Umar dan Abu Hurairah radiallahuanhuma keluar ke pasar pada hari sepuluh bulan Dzul Hijjah, mereka berdua bertakbir dan orang-orangpun ikut bertakbir karenanya.”


7. Memotong hewan qurban (udlhiyah) bagi yang mampu pada hari raya Qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

Hal ini merupakan sunnah bapak kita Ibrahim AS ketika Allah subhanahu wata’ala mengganti anak beliau dengan seekor sembelihan yang besar.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyatakan, Nabi Muhammad SAW berqurban dengan dua ekor domba jantan yang keduanya berwarna putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir.


8. Bagi orang yang berniat untuk berqurban hendaknya tidak memotong rambut dan kukunya sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah sampai dia berqurban.

Diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika kalian telah melihat awal bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantara kalian berniat untuk menyembelih hewan qurban maka hendaknya dia menahan rambut dan kukunya.” Di riwayat lain disebutkan: “Maka janganlah dia (memotong) rambut dan kuku-kukunya sehingga dia berqurban.”

Kemungkinan hikmah larangan tersebut agar menyerupai orang yang menggiring (membawa) qurban sembelihan saat melakukan ibadah haji, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

“ Dan janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum qurban sampai di tempat penyembelihannya” (QS. Al Baqarah :196).


9. Melaksanakan shalat ‘Ied berjama’ah.

Karenanya janganlah seseorang menjadikan hari ‘Ied untuk berbuat kejahatan dan kesombongan. Serta jangan pula menjadikannya sebagai kesempatan untuk bermaksiat kepada Allah SWT dengan mendengarkan nyanyian-nyanyian dan musik-musik yang melalaikan, minuman keras dan yang semacamnya. Perbuatantersebut menyebabkan terhapusnya amalan kita yang telah dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan tersebut.

Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada agar kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan kesempatan emas seperti ini dengan baik. Amin

Jumat, 05 September 2014

Antara Sholat Tahajjud dan sholat malam

                                                                               


-pengambilan kata tahajjud dan qiyamullail (sholat malam)

tahajjud diambil dari firman Allah : 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا 

Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah, sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. [Al-Isra : 79] 

tahajjud : تَـهَجُّد diambila dari ha ja da : هَجَدَ sinonim dari saharo, سَهَرَ (An-Nazi'at : 14, lihat arabicnya : بِالسَّاهِرَةِ), secara bahasa adalah bangun di malam hari. shalat malam dinamakan dengan tahajjud karena biasanya didahului dengan tidur terlebih dahulu. 
hanya saja ternyata kata ha ja da memiliki dua makna yang bertolak belakang, makna lain adalah tidur malam hari, jadi tergantung penggunaan dalam kalimat. [Lisanul Arab juz 3 hal 431] 

adapun qiyaamullail artinya adalah berdiri pada malam hari, diambil dari firman Allah : 

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ 


Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu BERDIRI (baca : shalat.) kurang dari dua pertiga MALAM, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu [Al-Muzzammil : 20] 

dan Nabi Muhammad tidak pernah mengkhususkan kedua istilah tersebut dengan arti kalau tahajjud adalah dilakukan setelah tidur, kalau qiyamul lail sebelum tidur, lagipula dari surat Al-Muzzammil dapat difahami bahwa beliau shalat malam kadangkala dikerjakan di awal malam atau tengah malam atau sepertiga malam terakhir. 

kesimpulan : antara tahajjud dan qiyamullail tidak ada perbedaan di dalamnya dalam masalah tata cara shalat, perbedaannya hanya dalam penggunaan bahasa. 

demikian pula yang difahami oleh sahabat Ibnu 'Abbas atau para perawi hadits, mereka bahkan menggabungkannya, yaitu : berdiri malam hari = tahajjud : 


حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ طَاوُسٍ 

سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ 

يَتَهَجَّدُ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ 

Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Abu Muslim dari Thawus bahwa dia mendengar Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila BERDIRI melaksanakan shalat MALAM, Beliau memulainya dengan membaca doa (istiftah: "Allahumma lakal hamdu. Anta qayyumus samaawaati..... [HR Al-Bukhari no 1053 dan 5842] 

Perhatikan Arabicnya : idzaa QOOMA minal LAILI YATAHAJJADA = apabila bangun malam hari (baca : qiyamullail-pen.) melakukan tahajjud..


Waktu shalat malam adalah setelah sholat ‘isya sampai dengan sebelum waktu sholat shubuh. Dengan demikian, semua shalat yang dilakukan setelah 'isya (di luar shalat sunat rawatib 2 raka'at setelah 'isya) sampai masuknya waktu shubuh, disebut dengan shalat malam.

Lalu, bagaimana dengan shalat tahajjud? Apakah bedanya dengan shalat malam???
Ibnu Faris berkata, “Adapun orang yang shalat ber-tahajud,  adalah orang yang salat di waktu malam.” (Lihat Fathul Bari, 3:5,)

Dari terjemahan tersebut, diketahui bahwa shalat malam dan shalat tahajjud adalah hal yang sama. Hanya beda istilah saja.

Banyak orang yang beranggapan bahwa untuk shalat tahajjud, kita harus tidur terlebih dahulu. Anggapan ini kurang tepat karena tidur bukanlah 'keharusan' atau 'syarat sah'nya.


Sekian penjelasan dari ane semoga bisa menambah Manfaat dan Barokah..Aamin 

Jumat, 22 Agustus 2014

Manusia adalah ummat yang sempurna

                                                                                

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
 وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (TQS Ali Imran [3]: 110)
Allah SWT berfirman: Kuntum khayra ummah ukhrijat li al-nâs (kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia). Menurut sebagian mufassir, orang yang dimaksud-kan ayat ini adalah para sahabat Nabi SAW. Bahwa mereka termasuk dalam cakupan ayat ini, memang tidak salah. Namun bukan berarti hanya dibatasi hanya untuk mereka. Sebaga-mana dijelaskan Ibnu Katsir, ayat bersifat umum untuk seluruh umat. Pendapat yang sama juga dikemukakan Fakhruddin al-Razi.

Kesimpulan tersebut lebih bisa diterima. Pasalnya, para sahabat Nabi SAW mendapat predikat sebagai khayra ummah (sebaik-baik umat) bukan tanpa sebab. Predikat itu dilekatkan kepada mereka lantaran memiliki sifat sebagaimana digambarkan dalam frasa sesudahnya. Jika demikian halnya, maka siapa pun dapat meraih predikat tersebut asalkan memiliki sifat yang sama.

Sifat itu disebutkan dalam frasa sesudahnya :- 

Pertama: ta'murûna bi al-ma'rûf wa tan-hawna 'an al-munkar (menyuruh kepada yang makruf, dan men-cegah dari yang mungkar). Secara bahasa, kata ma'rûf berarti perkara yang diketahui kebaikannya. Sedangkan munkar adalah segala yang diingkari kebaikannya. Setelah Islam datang, standar baik dan buruk (al-khayr dan al-syarr) pun didasarkan kepada Islam. Sehingga al-ma'rûf adalah segala hal yang dinyata-kan baik dan terpuji oleh syara'. Sebaliknya, al-munkar adalah yang dikatagorikan oleh syara' sebagai perkara yang buruk dan tercela.

Jika ada orang yang mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan perkara ma'ruf lainnya, bisa dikatakan sebagai orang yang baik. Demikian juga orang yang menjauhi zina, riba, judi, dan perkara mungkar lainnya. Akan lebih baik lagi jika dia juga mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Saat itu dia bukan hanya menjadi orang baik, namun menjadi sebaik-baik orang (khayru al-nâs). Jika dilakukan oleh umat, maka umat itu pun berhak menyandang status khairu ummah.

Aktivitas amar ma'ruf nahi munkar ini tidak hanya berman-faat bagi umat tersebut, namun juga bagi seluruh manusia yang diajaknya. Itulah di antara rahasia disebutkannya: ukhrijat li al-nâs (yang dilahirkan untuk manusia). Artinya, umat terbaik itu dituju-kan buat seluruh manusia.

Kedua: wa tu'minûna bil-Lâh (dan beriman kepada Allah). Mereka juga meyakini aqidah Islam. Sebagaimana dipaparkan al-Alusi dan al-Baidhawi, maksud beriman kepada Allah adalah beriman kepada semua perkara yang diwajibkan untuk diimani. Apabila mereka mengimana semua perkara itu, maka keimanannya dapat dianggap. Sebaliknya, jika ada salah satu yang tidak diimani, maka tidak layak disebut telah beriman kepada Allah SWT.

Itulah dua sifat yang harus dimiliki umat ini untuk meraih predikat khayru ummah. Pertama, menerapkan syariah dan mendakwahkannya kepada seluruh umat manusia dan kedua ber-aqidah Islam dengan keimanan yang benar dan total (kaffah)

Sabtu, 16 Agustus 2014

Doa sholat tahajut dan taubat

Doa Sholat tahajud

Di bawah ini merupakan bacaan sholat sholat tahajud dalam bahasa Arab
doa sholat tahajud bahasa arab
Apabila belum bisa membaca bahasa Arab, silahkan baca Doa sholat tahajud dalam teks latin di bawah ini
ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKAL HAQQU, WA LIQAA’UKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WAL JANNATU HAQQUN, WANNAARU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA HAQQUN WASSAA’ATU HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU, WA ILAIKA ANABTU, WA BIKA KHAASHAMTU, WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QADDAMTU, WA MAA AKH-KHARTU, WA MAA ASRARTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHIMINNII. ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MU’AKHKHIRU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Arti Doa Sholat Tahajud

Di bawah ini merupakan arti doa sholat tahajud dalam bahasa Indonesia
“Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah..
DOA DAN BACAAN SETELAH SHALAT TAUBAT

Setelah salam, lalu membaca istighfar 100 kali اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ

Setelah istighfar, baca doa dibawah ini:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ 


اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ 


الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ  


اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ



اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ 


بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ 


رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ 


النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى 


اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ

Artinya: Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya

Kamis, 07 Agustus 2014

Keluarga yang "Sakinah, Mawaddah, Warokhmah"

                                                    

                          7 Larangan Untuk Istri & Suami

7 Larangan Untuk Istri 


Siapa yang ingin benar benar menjadi istri Shalihah perhiasan terbaik dunia. Maka jangan lakukan 7 hal di bawah ini: yang sering terjadi ialah istri menolak hubungan, berdandan hanya saat kondangan. Simak daftar berikut

  1. Istri Menolak perintah (yang baik dan benar) dari suami
  2. Istri Menolak ajakan tidur dari suami
  3. Istri berdandan untuk orang lain tetapi tidak untuk suami
  4. Istri Memasang wajah cemberut dengan suami
  5. Istri memaki-maki atau menghina suami 
  6. Istri keluar rumah tanpa izin suami
  7. Istri menerima tamu tanpa izin suami
Rujukan ilmiah
Larangan Menolak perintah suami

 “Siapa saja yang tidak berbakti kepada suaminya maka ia mendapat laknat Allah dan malaikat serta semua manusia.”

                Larangan melawan suami.

 “Isteri yang durhaka hukumnya berdosa dan dapat gugur nafkahnya ketika itu. Jika ia tidak segera bertaubat dan meminta ampun dari suaminya, Nerakalah tempatnya di Akhirat kelak.
Apa yang istri buat untuk suami adalah semata-mata untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT”


Larangan Menolak hubungan (tidur bersama)
 “Apabila suami memanggil istrinya ke tempat tidur.
ia tidak datang niscaya malaikat melaknat istri itu sampai Subuh.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Larangan Cemberut
 “Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keridha-annya.”

Larangan Memaki atau Menghina

Sabda Rasulullah SAW : “Dan ada empat golongan wanita yang akan dimasukkan ke dalam Neraka (diantaranya) ialah wanita yang kotor atau jahat lidahnya terhadap suaminya."

Larangan Menghina jerih payah jasa suami. 

 “Allah tidak akan memandang (benci) siapa saja perempuan yang tidak berterima kasih di atas pengorbanan suaminya sedangkan dia masih memerlukan suaminya.”

Larangan Keluar rumah tanpa izin suami
 “Siapa saja perempuan yang keluar rumahnya tanpa ijin suaminya dia akan dilaknat oleh Allah sampai dia kembali kepada suaminya atau suaminya redha terhadapnya.” (Riwayat Al Khatib)

Larangan Berdandan bukan untuk suami. 
A031
Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, "Agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, 
Dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat . Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan 
perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, 

Atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, 

Atau para pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung - (An Nur : 31) 
Larangan Memasukkan tamu tanpa izin suami.

 “wahai para istri  kamu jangan mengijinkan seseorang masuk ke rumahmu melainkan yang diijinkan suaminmu.” (HR: At-Tirmizi)

    
Biar adil inilah: 7 Larangan suami

  1. Suami KDRT: Nampar muka istri (karena islam melarang memukul daerah kepala)
  2. Suami anggota ISTI: Ikatan Suami takut istri (krn suami hrs memimpin istri: " Arrijaalu qowamuna alannissa ")
  3. Suami Dayyus: suami tdk cmburu lihat istri bercanda dgn lelaki yang tidak halal atau Bukan Mukhrim.
  4. Suami membiarkan istrinya brmaksiat: buka aurat di depan orang yang tidak halal baginya
  5. Malas mendidik Istri dan anak-anak
  6. malas mencari nafkah (suami pemalas)
  7. suami malas ibadah dan malas menuntut ilmu.
Jika kita bisa menghindari dari 7 larangan yang seperti diatas niscaya kebahagiaan Rumah tangga pasti terwujud yakni menjadi keluarga yang   
" SAKINAH, MAWADDAH dan WAROKHMAH "