Pages

Sabtu, 08 November 2014

Kisah " ASHABUL KAHFI "

KISAH 7 PEMUDA TIDUR DALAM GUA SELAMA 309 TAHUN


Kahf Ahlil Kahf terletak kira-kira 7km dari pusat Kota Amman, Jordan. Kawasan ini suatu ketika dulu dikenali dengan Ar-Raqim karena terdapat kesan tapak arkeologi yang bernama Khirbet Ar-Raqim di kawasan tersebut. Perkataan Ar-Raqim juga disebut di dalam Al-Quran dan Ahli Tafsir menafsirkan Ar-Raqim sebagai nama anjing dan ada yang menyatakan ia sebagai batu bersurat. Kahf Ahlil Kahf merupakan lokasi sejarah yang membuktikan kebenaran kisah di dalam Al-Quran yaitu di dalam Surah Kahfi mulai ayat 9 hingga 26. Ayat di dalam Surah tersebut menceritakan bagaimana 7 orang pemuda yang beriman kepada Allah melarikan diri ke sebuah gua dan Allah menidurkan mereka selama 309 tahun Qamariah (300 tahun Shamsiah) sehingga mereka tidak dapat dibangunkan oleh suara apa sekalipun.
Firman Allah; “Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahwa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (al-Kahfi: 9)

Ashabul kahfi (penghuni-penghuni gua) yang dimaksudkan dalam ayat di atas, menurut para ulama’- terdiri dari tujuh orang pemuda Yaitu;

Maksalmina
Tamlikha
Martunus
Bainunus atau Nainunus
Sarbunus
Dzunuanus
Kasyfitatanunus

Bersama mereka seekor anjing bernama Qitmir mengekori mereka. Pemuda-pemuda ini beriman kepada Allah di tengah kekufuran kaum dan bangsa mereka. Identitas mereka sebagai pemuda yang beriman diakui oleh Allah dengan firmanNya;

Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. (al-Kahfi: 13)

Menurut ahli sejarah, kisah ini berlaku pada zaman sebelum kedatangan Islam di satu negeri bernama Afsus yang terletak di Turki (ada pendapat menyatakan di Jordan, dan ada juga mengatakan di Syria). Asalnya penduduk negeri itu beriman kepada Allah dan beribadat meng-EsakanNya. 

Namun keadaan berubah selepas kedatangan seorang raja bernama Diqyanus. Raja ini menganut fahaman kufur/berhala dan dia memaksa rakyat di bawah pemerintahannya supaya murtad dari agama Allah yang dibawa Nabi Isa a.s. dan bertukar kepada agama kufur/berhala yang dianutinya. Rakyat yang takut dengan ancaman dan siksaan raja itu terpaksa akur dengan arahan yang zalim itu.

Namun tujuh pemuda beriman tadi tidak mahu tunduk dengan tekanan raja kafir itu. Mereka tetap teguh mempertahankan aqidah mereka walaupun menyadari nyawa dan diri mereka mungkin terancam dengan berbuat demikian. Akhirnya mereka dipanggil menghadap raja itu. 

Di hadapan raja yang dzalim itu, mereka dengan penuh berani dan bersemangat berhujjah mempertahankan iman dan prinsip aqidah Ilahi yang mereka yakini. Allah berfirman menceritakan peristiwa mereka berhujjah;

“Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan raja) lalu mereka berkata (membentangkan hujjah kepada raja): ”Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?”. (al-Kahfi: 14-15)

Walaupun tidak mampu menjawab hujjah-hujjah yang mantap dari pemuda-pemuda beriman ini, raja yang kufur dan zalim itu tetap berkeras mahu mereka murtad dari agama mereka. Ia memberikan tempoh beberapa hari kepada mereka. Jika selepas tempoh itu pemuda-pemuda ini tetap berkeras, maka mereka akan dimurtadkan secara paksa atau akan dibunuh. Karena sayangkan aqidah dan agama mereka, pemuda-pemuda ini bermusyawarah sesama mereka untuk mencari keputusan yang mufakat. Apakah tindakan yang sepatutnya diambil untuk mempertahankan diri dan juga agama mereka? Akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersembunyi dan berlindung di dalam gua di kawasan pedalaman/kampung.

Firman Allah; “Dan oleh karena kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmat-Nya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk membantu urusan kamu dengan memberi bantuan yang berguna”. (al-Kahfi: 16)

Mereka lari ke pedalaman di kawasan pegunungan bernama Nikhayus. Di situ terdapat sebuah gua dan di situlah mereka bersembunyi dan berlindung. Kebetulan semasa perjalanan mereka ke situ mereka telah diekori oleh seekor anjing bernama ar-raqiim. Maka anjing itu turut bersama-sama dengan mereka berlindung dan menetap di gua itu. Di dalam gua itu mereka diberi ketenangan dan ketenteraman oleh Allah.Allah telah menidurkan mereka dengan nyenyak dalam gua tersebut. 

Firman Allah menceritakan tentang mereka di dalam gua;
Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya di dalam gua itu bertahun-tahun lamanya”. (al-Kahfi: 11).

Allah ingin memperlihatkan bukti-bukti kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya melalui peristiwa ini. Maka Allah telah mentakdirkan pemuda-pemuda ini tidur dalam jangka masa yang amat lama yaitu selama 300 tahun (mengikut perkiraan tahun Masehi) atau 309 tahun (mengikut tahun Hijrah).

Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka selama tiga ratus tahun (dengan kiraan ahli Kitab), dan hendaklah kamu tambah sembilan tahun lagi (dengan kiraan kamu) (yakni menjadi 309 tahun)”. (al-Kahfi: 25)

Walaupun mereka tidur amat lama dan tanpa makan dan minum, tetapi dengan kuasa Allah, badan dan jasad mereka tidak hancur dan musnah. Bahkan Allah menyatakan bahwa; jika kita lihat keadaan mereka di dalam gua itu niscaya kita tidak akan percaya bahwa mereka sedang tidur.

Dan engkau sangka mereka sadar padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah), sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka”. (al-Kahfi: 18)

Setelah sampai tempoh yang ditetapkan Allah (Yakni 300 tahun atau 309 tahun), mereka dibangunkan. Ketika mereka bangun mereka sendiri tidak menyadari bahwa mereka tidur dalam jangka Waktu yang amat lama. Mereka menyangka mereka hanya tidur dalam masa sehari atau separuh hari saja.“Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari….”. (al-Kahfi: 19)

Sebaik bangun dari tidur mereka, mereka terasa lapar. Maka sebagian dari mereka mencadangkan agar dihantar seorang wakil untuk ke Kota/Pasar bagi mencari sesuatu untuk beli makanan. Akhirnya mereka memilih Tamlikha untuk ke kota Afsus. Kebetulan sewaktu mereka melarikan diri dulu mereka membawa bersama bekalan uang perak.
Firman Allah menceritakan cadangan sebagian dari mereka itu;

Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak kamu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang paling baik (yakni yang bersih dan halal), maka hendaklah dia membawa makanan itu untuk kamu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal kamu kepada seorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (al-Kahfi: 19-20)

Lihatlah betapa bersihnya hati dan akhlak mereka. Walaupun dalam keadaan yang gawat dan susah serta kelaparan, tetapi mereka masih berpesan kepada sahabat mereka yang ditugaskan ke kota mencari makanan itu supaya mencari dan memilih makanan yang bersih dan halal. Ini menandakan bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang bertakwa kepada Allah. Di dalam al-Quran, Allah memerintahkan kita supaya bertakwa kepadaNya sekuat tenaga yang kita mampu, dalam keadaan apa sekalipun, sama ada senang atau susah.

Allah SWT Berfirman; “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu”. (at-Taghabun: 16)
Walaupun Allah menceritakan dalam ayat tadi bahwa pemuda-pemuda amat berhati-hati dan berjaga-jaga agar jangan diketahui orang lain–karena mereka menyangka raja yang memerintah negeri masih raja yang dulu dan kafir kepada Allah, namun Allah telah mentakdirkan supaya berita tentang mereka diketahui oleh hamba-hambaNya yang lain bagi menunjukan kekuasaan dan kehebatanNya. Kebetulan semasa pemuda-pemuda ashabul kahfi ini dibangkitkan Allah setelah tidur 300 tahun lamanya, suasana dalam negri telah banyak berubah. Raja dan pemerintah negeri merupakan orang yang beriman kepada Allah. Begitu juga dengan kebanyakan rakyatnya.Namun masih terdapat segelintir rakyat dalam negeri itu yang masih ragu-ragu tentang kebenaran kiamat; mereka masih ragu-ragu; bagaimana Allah boleh menghidupkan orang yang telah mati? Apatah lagi yang telah beribu bahkan berjuta tahun lamanya dimakan tanah. Maka sudah tepat waktunya Allah membangkitkan ashabul kahfi pada zaman tersebut dan menunjukkan kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya yang masih ragu-ragu lagi.

Dan demikianlah Kami tunjukkan hal mereka kepada orang ramai supaya mereka mengetahui bahwa janji Allah menghidupkan orang mati adalah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya”. (al-Kahfi: 21)

Allah mendedahkan perihal pemuda-pemuda ashabul kahfi itu semasa wakil mereka itu datang ke kota hendak membeli makanan. Ia merasa heran melihat keadaan kota dan penduduknya berubah sama sekali. Penduduk kota pula merasa heran melihat keadaan wakil itu dari segi pakaian serta penampilanya dan mereka semakin syak apabila mereka melihat uang perak yang dibawanya ialah uang zaman dahulu yang sudah tidak laku lagi. Ia dituduh menjumpai harta karun lalu dia ditangkap dan dibawa menghadap raja yang beriman dan mengambil berat hal agama. Setelah mendengar kisahnya, raja dan orang-orangnya berangkat ke gua ashabul kahfi bersama wakil itu, lalu berjumpa dengan pemuda-pemuda itu semuanya dan mendengar kisah mereka. 

Sejurus kemudian pemuda-pemuda itu pun dimatikan Allah sesudah memberi ucapan selamat tinggal kepada raja yang beriman itu dan orang-orangnya. Raja mencadangkan supaya sebuah masjid didirikan di sisi gua itu. Sementara itu ada yang mencadangkan supaya mendirikan sebuah bangunan atau tugu sebagai kenangan. 

Hal ini diceritakan Allah dengan firmanNya;
Setelah itu maka (sebagian dari mereka) berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di sisi (gua) mereka, Allah jualah yang mengetahui akan hal sejarah mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka (yakni pihak raja) pula berkata: “Sesungguhnya kami hendak membina sebuah masjid di sisi gua mereka”. (al-Kahfi: 21)..

Nilai positif yang perlu kita ambil ikhtibar Adalah Biarpun kita masih MUDA jangan melalaikan perintah Alloh SWA..Aamiin

Minggu, 26 Oktober 2014

Kisah lelaki yang ingin Pukul Rasululloh SAW

                                                                                 

                     Kisah ini terjadi pada Rasulullah S.A.W. sebelum beliau baginda wafat.

Rasulullah S.A.W. telah jatuh sakit yang agak panjang masanya.
Hinggakan baginda tidak dapat sholat berjamaah dengan para sahabat di masjid.
Maka pada suatu hari, Rasulullah S.A.W. meminta beberapa orang sahabat membawanya ke masjid.

Di dudukkan atas mimbar, lalu baginda meminta Bilal memanggil semua para sahabat datang ke
masjid.
Tidak lama kemudian, penuhlah masjid dengan para sahabat.
Semuanya rasa terobati rindu setelah agak lama tidak dapat melihat Rasulullah S.A.W.

Lalu Rasulullah S.A.W. mula berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua! Aku ingin tanya pada kamu semua.... apakah telah aku sampaikan kepada kamu semua, bahwa sesungguhnya Allah S.W.T. itu adalah Tuhan yang layak di sembah?"
Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar! Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah S.W.T. adalah Tuhan yang layak disembah".

Rasulullah S.A.W. berkata: "Persaksikanlah ya Allah! Sesungguhnya aku telah
sampaikan amanah ini kepada mereka".
Kemudian baginda berkata lagi..dan setiap apa yang baginda perkatakan, akan dibenarkan oleh semua para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu topik yang menjadikan para sahabat agak sedih dan terharu.
Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya! Aku akan pergi bertemu Tuhan...dan sebelum aku pergi, aku ingin selesaikan segala urusan dengan manusia.

Maka aku ingin bertanya kepada kamu semua.. siapakah di kalangan kamu yang aku ada hutang dengannya..silahkan bangun..aku ingin selesaikan hutang tersebut.

Karena aku tidak mahu bertemu Tuhan dalam keadaan ada hutang dengan manusia".
Ketika itu semua sahabat diam..sedang dalam hati masing-masing berkata: "Mana ada Rasullullah S.A.W. berhutang dengan kami..sebenarnya kamilah yang banyak berhutang dengan baginda".

Rasulullah S.A.W. mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.
Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama Akasyah. lalu dia berkata: "Ya Rasulullah! Aku ingin ceritakan dulu perkara ini. Andai ianya dikira hutang, maka aku minta kau jelaskan. Andainya ianya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah S.A.W. berkata: "Ceritakanlah wahai Akasyah".

Maka Akasyah pun mula bercerita: "Aku masih ingat lagi ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda. Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda,yang sebenarnya cemeti itu terkena pada dadaku karena ketika itu aku berdiri di sebelah belakang kuda yang engkau tunggang wahai Rasulullah".

Mendengar yang demikian, terus Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Akasyah! kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama".

Dengan suara yang agak tinggi, Akasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah!".
Akasyah seakan-akan tidak merasa bersalah bila mengatakan yang demikian.
Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak memarahi Akasyah.

"Sesungguhnya engkau tidak berhati perut  kau tidak berperikemanusiaan wahai Akasyah! ..bukankah Baginda sedang sakit!"

Akasyah tidak menghiraukan semua itu.

Kemudian Rasulullah S.A.W. meminta Bilal mengambil cemeti tersebut di rumah anaknya Fatimah.
Ketika Bilal meminta cemeti tersebut dari Fatimah, maka Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cemeti ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dengan nada sedih: "cemeti ini akan digunakan oleh Akasyah untuk memukul Rasulullah".

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata: "Kenapa Akasyah hendak pukul ayahku Rasulullah!......ayahku sedang sakit........kalau nak pukul, pukullah aku ini anaknya".

Bilal menjawab: " Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".
Bilal membawa cemeti tersebut ke masjid lalu diberikan kepada Akasyah.
Setelah mengambil cemeti, Akasyah maju ke depan menuju mimbar.

Tiba-tiba bangun Abu bakar menghalang Akasyah sambil berkata: "Wahai Akasyah! kalau kamu hendak pukul, pukullah aku..aku orang yang mula-mula beriman dengan apa yang Rasulullah S.A.W. sampaikan. Akulah temannya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak pukul, maka pukullah aku".

Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Abu bakar!..ini bukan urusan kamu. Ini antara aku dengan Akasyah".

Akasyah maju lagi selangkah kedepan..lalu bangun pula Umar menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! kalau engkau hendak pukul, pukullah aku.. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu..Sekarang jangan ada sesiapa yang berani menyakiti Muhammad. Kalau engkau ingin sakiti dia, maka sakitilah aku dulu".

Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Umar! Ini urusan antara aku dengan Akasyah".

Akasyah maju lagi kedepan.tiba-tiba bangun pula Ali bin Abu Talib sepupu Rasulullah S.A.W.
Dia menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! pukullah aku wahai Akasyah. Darah yang sama ada pada tubuh aku ini wahai Akasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Ali! ini urusan antara aku dengan Akasyah" .

Akasyah makin maju lagi kedepan...tiba-tiba tanpa disangka, bangunlah dua orang cucu kesayangan Rasulullah S.A.W. yaitu Hassan dan Husin.

Mereka berdua merayu dan meronta.
"Wahai paman Akasyah pukulah kami berdua wahai paman Akasyah.Kakek kami sedang sakit pukulah kami saja sebagai gantinya.
wahai paman Akasyah sesungguhnya kami ini adalah cucu kesayangan Baginda maka pukulah saja kami wahai paman".

Lalu Rasulullah S.A.W berkata: "Wahai cucu-cucu kesayanganku! duduklah kamu. Ini urusan aku dengan Akasyah".

Bila sampai di tangga mimbar, dengan tegasnya Akasyah berkata: "Macam mana aku hendak pukul engkau ya Rasulullah! Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau hendak aku pukul engkau, maka turunlah ke bawah sini".

Rasulullah S.A.W. memang seorang insan yang baik. Baginda meminta beberapa orang sahabat memapahnya ke bawah.
Baginda didudukkan pada sebuah kerusi, lalu dengan suara tegas Akasyah berkata lagi: "Sewaktu engkau pukul aku dulu, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah".

Tanpa berlengah, dalam keadaan lemah.Rasulullah membuka baju.
Lalu kelihatanlah tubuh Baginda yang sungguh indah, sedang beberapa ketul batu terikat di perut Baginda..ini menandakan Baginda sedang menahan kelaparan.

Lalu Rasulullah S.A.W. berkata: "Wahai Akasyah! bersegeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Tuhan akan murka pada kamu".
Akasyah terus menghampiri Rasulullah S.A.W.lalu mula untuk menghayunkan tangan yang memegang cemeti untuk dipukulkan ke tubuh Rasulullah S.A.W.

Rupa-rupanya sambil Akasyah menghayunkan cemeti, sambil itu juga dia melemparkan cemeti ke arah tempat lain..dan sambil itu juga dia terus memeluk tubuh Rasulullah S.A.W. seerat-eratnya.

Sambil berteriak menangis, Akasyah berkata: "Ya Rasulullah, ampunkanlah aku..maafkanlah aku..mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah..sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu..karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sesungguhnya aku takut dengan api neraka..maafkanlah aku ya Rasulullah".

Rasulullah S.A.W. dalam keadaan penuh hiba lalu berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kamu ingin melihat ahli syurga, maka lihatlah kepada Akasyah".
Semua sahabat tidak dapat menghalang titisan air mata yang mencurah di pipi masing-masing karena merasa Terharu dengan tindakan Akasyah.

Sambil itu semua para sahabat beramai-ramai memeluk Rasulullah S.A.W serta memeluk Akasyah.

Jumat, 10 Oktober 2014

Tiada balasan " HAJJI MABRUR " kecuali SYURGA.

                                                                              


Belum lama ini kita berjumpa dengan bulan Dzulhijjah dimana Allah telah memerintahkan seluruh umat Islam yang mampu untuk melakukan Ibadah haji. Ibadah yang termasuk rukun Islam ke-5 ini adalah salah satu dari kewajiban agung yang Allah berikan untuk membersihkan dan mensucikan jiwa umat Islam yang menjalankannya. Haji juga termasuk dalam amalan yang utama. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, “Rasulullah pernah ditanya: ‘Amalan apakah yang paling utama?’ Maka beliau menjawab: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Ditanyakan kembali kepada beliau: ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab: ‘Berjihad di jalan Allah.’ Lalu ditanyakan kembali kepada beliau: ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab: " HAJJI yang MABRUR.”
Orang Islam jika telah mampu dalam hal tertentu wajib melaksanakan ibadah haji. Adapun kemampuan tersebut mencakup kemampuan untuk berangkat ke tanah suci dan meninggalkan nafkah untuk keluarga yang ditinggalkan selama haji. Allah menjanjikan beberapa keutamaan bagi orang yang menunaikan ibadah haji, diantaranya:
1.      Diampuni dosanya seperti masih baru lahir
Dari riwayat Abu Hurairah, Ia berkata "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang menunaikan haji dan tidak berkata-kata kotor dan fasik, maka dia pulang (dari menunaikan haji dalam keadaan terampuni dosanya) bagaikan orang yang baru dilahirkan ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
2.      Haji yang mabrur diganjar surga
Selain diampuni dosanya, Allah juga menjanjikan surga bagi orang yang menjalankan haji. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Ibadah umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus (dosa) diantara keduanya, dan haji mabrur tidak balasannya melainkan surge”. (HR. Muslim)
3.      Orang yang berhaji sama seperti orang yang berjihad
Besarnya pahala jihad ternyata bisa kita dapatkan dengan melakukan ibadah haji. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, ”Jihadnya orang tua, orang lemah dan wanita adalah haji dan umrah”. (HR. An Nasa’i)
4.      Allah memuliakan orang yang berhaji
Orang yang berhaji dianggap sebagai tamu oleh Allah. Itu berarti bahwa Allah memuliakan siapa saja yang melakukan ibadah tahunan ini. Rasulullah bersabda “Tamu Allah ada tiga: orang melaksanakan haji, umrah dan orang yang berperang (dijalan-Nya). Apabila mereka berdoa kepada-Nya maka Dia kabulkan dan apabila mereka memohon ampun kepada-Nya maka Dia ampuni mereka”. (HR. Ibnu Hibban)
Betapa besarnya ganjaran Allah untuk orang-orang yang melakukan haji. Hal ini menandakan bahwa haji memang amalan utama yang sangat membantu kita menggapai ridho Allah. Ketika kita sudah siap dan mampu secara finansial dan juga fisik, hendaklah ibadah ini dilakukan agar ganjaran itu bisa kita peroleh.
Bersyukur dan Berbahagialah bagi Orang-orang yang sudah diberi kesempatan buat melaksanakan ibadah Haji karena sesungguhnya ibadah haji merupakan Panggilan langsung dari Alloh SWA.

Kamis, 09 Oktober 2014

Kisah sahabat Umar Bin Khattab

                                                                         

Kisah masuk Islam-nya Umar Bin Khattab RA

Umar bin Khattab ra terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik.

Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi seraya bertanya:
“Hendak kemana engkau ya Umar ?”,
“Aku hendak membunuh Muhammad”, jawabnya.
“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad ?”,

“Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?”. Tanya Umar.
“Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu”, kata Abdullah.


Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.

Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya :
“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka
“Pasti kalian telah murtad”, kata Umar dengan geram
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”, jawab ipar Umar.

Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah:

“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”

Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber-darah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.
Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca : 

Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: “Ini adalah nama-nama yang indah nan suci”
Kemudian beliau terus membaca : Surat Thaha.
طه
Hingga ayat :

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”
(QS. Thaha : 14)
Beliau berkata :

“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.
Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :

“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.
Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah bertanya:
“Ada apa ?”.
“Umar” Jawab mereka.
“Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.

Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :

“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.
Maka berkatalah Umar :
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah .
Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.

Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin

Senin, 29 September 2014

Hikmahnya Ibadah Qurban

                                           
     
7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha

Hadits ibnumajah 3117

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Tidak ada amalan yg dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yg lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya. [HR. ibnumajah No.3117].

Hadits ibnumajah 3118

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ
Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, lantas apa yg akan kami dapatkan dengannya?
beliau menjawab: Setiap rambut terdapat kebaikan. Mereka berkata, Bagaimana dgn bulu-bulunya wahai Rasulullah?
beliau menjawab: Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan. [HR. ibnumajah No.3118]

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

Kisah nyata yang sangat mengharukan.

                                                  

                         Kisah Nyata penuh Inspirasi
               (Kisah Sepiring NASI dan segelas Teh MANIS yang Luar Biasa)

Kisah mengharukan tentang kehidupan seorang tukang sampah di Jakarta ini diceritakan sahabat Ane .Yaitu seorang kaskuser yang merupakan pegawai kantor di daerah sana. Sang tukang sampah tidak banyak bicara, namun perilaku beliau sungguh menusuk hati kita semua. Derajat moralnya jauh lebih tinggi dan mulia daripada moral tokoh-tokoh politik negeri ini yang banyak terlibat kasus korupsi.
Mari kita simak kisah nyata singkat tentang seorang Tukang Sampah ini.

Barusan ane istirahat makan di kantor ane, kebetulan kantor ane di daerah yang lumayan 'minus' sih gan.. kalo agan-agan yang ada di Jakarta mungkin tau daerah Stasiun Kota kaya gimana. Banyak pengemis, gelandangan dan orang-orang yang tingkat kehidupannya (maaf) dibawah kesejahteraan atau jauh dari kehidupan selayaknya.

Sebelum nyari makan, ane beli rokok dulu gan biar entar abis makan gak bingung nyari rokok.. Ane nyalain satu batang.. Sambil nge-rokok ane jalan buat nyari tempat yang enak buat duduk dan makan. sampe akhirnya ane nemu sebuah tempat yang menurut ane enak dan teduh,ane celingukan soalnya
semua tempat duduk sudah dipake orang-orang. Di sela-sela celingukan ane, ada seorang bapak tua bilang ke ane:

"Silakan pak, disini aja duduk sama saya" katanya.. ane iyain aja gan, meskipun rada panas tapi yang ada cuman disitu doang.. Ane perhatiin bapak itu, orangnya sudah tua banget, kurus, giginya uda ompong,rambutnya uda putih semua, bawa-bawa tas besar ama kresek isinya plastik-plastik gitu. Dimulailah obrolan ane ama bapak itu.

A : Ane, B : Bapak 


A: lagi nunggu apa pak?
B: nggak mas, ini cuma duduk-duduk aja abis cari sampah seharian.. capek..
A: Jalan dari jam brapa pak?
B: dari pagi mas, sudah lumayan banyak dapetnya ini..
A: oohhh...

Obrolan sempat berhenti bentar, ane nikmatin rokok, bapaknya ngerapiin plastik2nya gitu.. Sampe pada akhirnya ane liat si Bapak pijet2in kepalanya gitu sambil hela napas panjang..

A: pusing ya pak? siang2 panas gini emang bikin pusing..
B: (ketawa kecil) iya mas.. agak pusing kepala saya..
A: bapak ngerokok? ini kalau bapak mau.. (sambil ane sodorin rokok ane yang tinggal sebatang)
B: nggak mas makasih, saya nggak ngerokok.. sayang uangnya, mending buat makan daripada beli rokok.. lagian ga bagus juga buat badan. Dalem hati gue rada tertohok juga.
A: iya juga sih pak.. (nginjek rokok ane) Abis itu gue denger suara perut.. *kruucuuuk-kruucuuk.. gitu. Gue spontan noleh ke arah si bapak.

A: Bapak belum makan pak?
B: (senyum) belum mas, nanti aja ..
A: wah, tar tambah pusing pak?
B: iya mas, saya udah biasa kok.. gak berapa lama, kedengeran lagi bunyi perutnya..
A: Bapak beneran ga mau makan pak?
B: iya mas,nanti aja... gue sudah ngerasa kalo bapak ini bukannya gak mau makan,tapi beliau gak punya uang buat makan..
A: bentar ya pak, saya ke warung dulu pesen makanan..
B: oh.. iya mas, silakan.. ane nyamperin tukang nasi padang terdekat, ane pesen buat ane sendiri ama ane inisiatif beliin nasi ma ayam buat si bapak. Selesei pesen, ane bawa tu nasi dua piring ke tempat duduk tadi, trus duduk.. Ane mau langsung ngasih tapi kok ane takut kalo bapaknya salah tangkep ato tersinggung, jadi ane akting dikit. Ane pura-pura dapet telpon dari temen ane.

A: (pura2 telpon) yaaah? gak jadi kesini? uda gue beliin
nih... ooohh.. gitu... yauda deh gapapa.. *belagak tutup telpon*
A: wah payah nih temen saya,uda dibelikan makanan ternyata ga jadi..
B: (senyum) ya ga papa mas,dibungkus aja nanti bisa dimakan sore..

A: wah, keburu basi pak kalo nanti sore. dimakan sekarang pasti gak abis.. gimana ya? mmmm... Bapakkan belum makan siang,ini makanan daripada sayang gak ada yang makan gimana kalo bapak aja yang makan pak? nemenin saya makan sekalian pak..


B: waduh mas, saya ga punya uang buat bayarnya..
A: gapapa pak, makan aja.. saya bayarin dah! saya lagi ulang taun hari ini..(bo'ong)
B: wah.. beneran gak papa mas? saya malu..
A: lho? ngapain malu pak? udah bapak makan aja..
B: iya mas, selamat ulang tahun ya mas..
A: iya pak.. bapak mau mesen minum sekalian nggak? saya mau pesen..
B: nggak mas.. nggak usah.. Ane manggil tukang minuman, ane mesen 2 es teh manis..
B: lho mas? saya nggak pesen.
A: iya pak, saya beli dua.. haus banget soalnya..(ane bo'ong lagi) Tanpa gue duga, si bapak meneteskan airmata.. beliau ngucap syukur berkali kali.. beliau ngomong ke ane..


B: mas, saya makasih sudah dibelikan makanan.. saya belum makan dari kemarin sebetulnya. cuma saya malu mas, saya inginnya beli makan sama uang
sendiri karena saya bukan pengemis.. saya sebetulnya lapar sekali mas, tapi saya belum dapet 
uang hasil nyari sampah..

Ane tertegun denger omongan beliau, gak sadar ane ikut ngerasa perih banget dalem hati.. nyesek banget dalem hati ane, ane secara gak sadar hampir netesin airmata.. tapi ane berlagak cool..padahal ane merasa sangat terharu.

A: ya sudah, bapak makan aja nasinya.. nanti kalau kurang saya pesankan lagi ya pak? jangan malu- malu..

B: (masi nangis) iya mas.. makasih banyak ya mas.. nanti yang diatas yang bales..

A: iya pak makasi doanya.. Akhirnya ane makan berdua ama beliau,sambil cerita-cerita.

Dari cerita beliau ane tau kalo beliau punya dua anak, yang satu sudah meninggal karena kecelakaan. yang satunya sudah pergi dari rumah gak pulang-pulang sudah 3 tahun. istri beliau sudah meninggal kena kanker tahun lalu. dan parahnya lagi rumahnya diambil ama orang. kredit gara-gara gak bisa ngelunasin uang pinjaman buat ngobatin istrinya.. Miris banget ane dengerin cerita beliau, hidup sebatang kara, gak punya rumah, anaknya durhaka, jarang makan.. malah beliau crita pernah dipalak preman waktu mulung di jakarta..

Rasanya ane beruntung banget ama kondisi ane sekarang, ane nyesel pernah ngeluh tentang kerjaan ane, tentang kondisi kosan ane, dsb.. sedangkan bapak ini dengan kondisi yang serba kekurangan masih selalu tersenyum.. rasanya sepiring nasi padang dan segelas es teh yang ane kasi gak setimpal banget ama pelajaran yang ane dapet.. Tadi ane belum ambil uang, jadi ane cuma ngasi seadanya kembalian dari warung padang ke bapak itu.
Itupun pake eyel2an dulu ma bapaknya soalnya beliau gak mau dikasih uang. tapi akhirnya dengan sedikit maksa ane kasi uang ke beliau. ane didoain banyak banget ama bapak tadi..

Dan ada satu hal yang bikin ane tercengang waktu mau ninggalin tempat tadi.. sambil jalan ane noleh ke belakang, si bapak sudah gak ada.. ane cariin bentar,ternyata si bapak ada di depan kotak amal masjid masukin duit ke dalem kotakan itu! gue makin tersentuh ama beliau.. di tengah-tengah kesulitan yang beliau alami, beliau masih sempet amal! berbagi dengan orang lain..(so bagaimana dengan kita yg kehidupanya lebih baik dr bpk itu)?

Ane menangis gan .. ane ngerasa kecil banget sebagai manusia.. ane ngerasa ditunjukin sesuatu yang bener-bener hebat! Ane berdoa semoga bapak itu dilancarkan segala urusannya, diberi kemudahan dan rejeki berlimpah, dan selalu berada dalam lindungan Alloh. Allohumma Aamiin...

Semoga kisah nyata ini dapat menginspirasi kita semua. Bahwasanya di luar sana masih banyak orang-orang yg hidupnya kurang beruntung namun masih tetap bisa beramal.