Pages

Kamis, 01 November 2012

" Keluraga Sakinah "


5 Syarat Keluarga Sakinah


                                                ألسلا Ù… عليكم ؤارحمة الله ؤبرا كا ته
                                                            بسم الله الرحمن الرحيم

Sebuah bangunan didirikan dengan batu-bata Andai ada satu bata yang hilang. Maka bangunan itu tak hanya keindahan saja yang hilang namun tetapi juga kekuatanya.

Masyarakat Adalah cermin kondisi Keluarga, Jika keluarga Sehat berarti Masyarakat juga sehat. Jika keluarga Bahagia Masyarakatpun juga Bahagia. Setidaknya ada 5 faktor untuk membentuk Keluarga " SAKINAH " Diantaranya sebagai Berikut :

1 :- Di dalam keluarga SAKINAH ada " MAWADDAH dan WAROKHMAH "
Mawaddah : adalah jenis Cinta membara, yang menggebu-gebu, sedangkang 
Warokhmah : adalah jenis Cinta yang lemah lembut, siap berkorban dan melindungi orang yang dia cintai, 
Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga. sedangkan Warokhmah saja tidak mampu memberikan Garansi.

2 :- Hubungan antara Suami Isteri Harus berlandaskan atas saling membutuhkan :
Ibarat pakaian dan yang memakai. " Hunna libasul laqum Wa'antum Libasul lalhunna " (Qs Al-Baqoroh :187) Jika kita kaji lebih mendalam, fungsi pakaian setidaknya ada 3 hal : 1. Menutup Aurat 2. Melindungi diri dari cuaca panas dan dingin 3. sebagai perhiasan diri, Suami terhadap Isteri juga harus mempunyai fungsi yang sama .

3 :- Jika sang Isteri mempunyai sesuatu kekurangan. Suami tidak boleh menceritakan pada orang lain. begitu juga sebaliknya. Jika Isteri sakit. Suami segera mencari obat atau membawa ke dokter. Begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan sang Suami. Suami juga harus tampil membanggakan isteri. Jangan sampai terbalik Di luar sana tampil menarik perhatian banyak orang. Tetapi tampil di dalam rumah kurang sedap di pandang mata.

4 :- Suami Isteri dalam bergaul selalu memperhatikan hal-hal yang secara sosial di anggap patut (Mak'ruf) Bukan asal benar dan haq. " Wa'asyiruhunna bil mak'ruf " (Qs An-nisa' :19) Besarnya Mahar, Nafkah dan cara bergaul dan sebagainya Harus memperhatikan nilai-nilai " Bil Mak'ruf ". Hal ini terutama Harus diperhatikan oleh Suami Isteri yang berasal dari kultur yang sangat menyolok perbedaanya.

5 :- Menurut Hadist Nabi : Pilar Keluarga Sakinah itu ada 4 kategori :

a :- Memiliki kencenderungan kepada Agama
b :- Yang Muda menghormati yang  lebih Tua. dan yang Tua menyayangi yang lebih Muda
c :- Sederhana dalam berbelanja
d  :- Santun dalam bergaul dan selalu melakukan Entrospeksi diri( muhasabah diri )
                " khasibu anfusaqum qob'la antu khasabu "
artinya : selalu mengoreksi dirinya sendiri sebelum mengoreksi diri orang lain.

Demikianlah sekelumit artikel Ane  dan Ane share semoga berguna buat saudara-saudara sebangsa, senegara, seiman dan seperjuangan ..Amin ..Amin ..Amin ..

Selasa, 30 Oktober 2012

" Penyesalan "

Kisah Hidupku yang penuh penyesalan


Pertanyaan dari Cucuku saja tak mampu ku jawab, apalagi dari Malaikat :
Kisah nyata ini diceritakan Sahabat baikku. Pernah suatu ketika saat Dia sedang menuju rumah salah seorang Nenek dikampungnya untuk suatu keperluan. Dia menemukan sebuah pelajaran yang sangat bermakna dalam hidupnya.

Sebelum saya masuk, saya nampak seorang anak kecil baru pulang mengaji masuk ke rumah yang sama. Di sana terdapat seorang Nenek sedang menatap kosong ke langit biru sambil duduk di atas kursi Tua kesayanganya. Sang cucu menyapa lalu bertanya "Nek , saya mau bertanya nih. Tadi pak ustad kasih tugas buat dikerjakan dirumah. Yaitu menulis 15 huruf ikhfa' Hurufnya apa aja sih Nek ?" 

Si Nenek sangat terperanjat dengan pertanyaan Cucunya itu, dan membisu seribu bahasa.
" Ayo jawab Nek." si Cucu mendesak dengan penuh harap.

"Nenek enggak  tahu Cu" jawab sang Nenek melemas.
"Masa Nenek enggak tahu sih." Si Cucu tak yakin dengan jawaban Nenek.
"Benar Cucuku Nenek enggak tahu Nenek sudah Lupa"jawab nenek dengan retorikanya."Nek !!! Emang waktu masih muda dulu Nenek kemana aja ?" Masa huruf Ikhfa' aja Nenek gak tahu ? Si Cucu kesal sambil berlari kedalam rumah.

Langkahku tertahan menyaksikan adegan dialog tersebut , sambil terdiam dan mengamati apa yang terjadi berikutnya. Lalu si Nenek terlihat menutup wajah tuanya dengan dua telapak tanganya yang kecoklatan dan nampak garis-garis keriput ketuaanya.

 
Kemudian saya masuk dan menyapa Nenek dengan salam. Beliaupun menyahuti salam saya. menyapa serta mempersilahkan masuk. Kulihat matanya memerah dan masih ada lelehan air mata.petanda Nenek tadi barusan menangis.
 "Kenapa Nek ?" tanyaku.

"Ah enggak ada apa-apa" jawab Nenek sambil menenangkan diri.
"Apa gara-gara pertanyaan Cucunya barusan ya " Tanyaku kembali.
Si Nenek kaget sambil melihat Wajahku. Bener kan ? kuyakinkan. Benar kata Si Nenek."Apa yang salah dengan pertanyaanya ?" Rasa penasaranku semakin menguat.
Apakah pertanyaan yang sederhana itu begitu menyayat Hati ?

Lalu Si Nenek menjawab : "Wahai anak muda, jangan kau sia-siakan masa mudamu, Karena usia muda itu hanya kamu alami sekali dalam Hidupmu. Benar aku menangis karena Cucuku. Akan tetapi bukan itu yang membuat air mata ini mengalir. Hatiku berkata. Ya Alloh pertanyaan Cucuku saja tak mampu aku jawab, apalagi saat ditanya oleh Malaikat ketika di alam barzakh (kubur) nanti.

Nenek itu melanjutkan " Usiaku kini 75 tahun " Tetapi usia yang tua ternyata tidak mampu menjawab pertanyaan dari seorang bocah ingusan. Seakan hidup ini baru kujalani 3-5 tahun saja di dunia ini.

Sayapun ikut menangis, melihat dan mendengar jawaban Nenek yang menyesali Hidupnya.

Wahai Saudara-Saudariku yang saya Cintai, Gunakan masa Muda sebelum datang masa Tua, Karena Catatan Besar selalu hadir pada usia Muda, Sejarah kepahlawanan itu terukir di masa Muda. Kematangan Tua itu di pupuk pada usia Muda. Ilmu dan pengalaman itu dikumpulkan di usia Muda. Kegagahan dan kejayaan itu terjadi di usia Muda. Kekuatan dan keberanian itu menyatu dengan gairahnya anak Muda. Cerita indah itu di bangun di usia Muda. Penaklukan dan Peradaban itu di lakukan oleh para Pemuda. Mimpi-mimpi besar itu berawal dari Usia Muda.

Wahai Jiwa yang mendambakan kemuliaan di usia Muda. Lakukanlah karya hebat di usia Mudamu. Karena ia adalah Momentum Emas. Sebaik-baiknya maha karya adalah sebuah "Karya kita" yang mendatangkan Keridhoan Alloh SWA. Menghadirkan Senyuman Rosululloh SAW. Menjadi kebanggaan Orang tua, Keluarga, Suami, Isteri, Anak-anak, dan Tetangga serta Kemaslahatan bagi Manusia.


Senin, 29 Oktober 2012

"Haji Mabrur"


Subhanallah, Orang Ini Berjalan Ribuan Kilometer Untuk Naik Haji 
 Subhanallah, Orang Ini Berjalan Ribuan Kilometer Untuk Naik Haji [Video]

Tujuan sebagai seorang muslim adalah sama dengan pemeluk islam lainya di seluruh Dunia ingin menunaikan ibadah rukun islam yang ke 5 yakni ibadah Haji. setiap tahun umat islam di seluruh dunia menunaikan ibadah haji. " Senad Hadzic " Dia berangkat dari Kota Banovici. sebelah timur Bosnia Herzegovina. Desembar tahun lalu dengan berjalan kaki menuju makkah. selama perjalananya itu dia melewati 6 negara antaranya: Turki, Yordania, dan Suriah, sebelum Akhirnya memasuki Arab Saudi. Ada salah satu profesor Kristen menjelaskan pada Hadzic Dia adalah merupakan orang muslim pertama yang pernah menginap di kediamannya selama hidupnya. Demi mewujudkan semua itu dia rela tidur di masjid, sekolah, tempat umum, hingga di rumah seseorang yang menawarkan tempat buat istirahat. 

Hadzic menjelaskan ketika sampai di Serbia orang justru banyak keluar rumah dan memberikan semangat ada yang memberikan Topi, kaos kaki, Ketakutan justru datang dari orang lain yang mengingatkan Hadzic untuk berhati-hati. melintasi negara yang mayoritas penduduk Nasrani, seperti Serbia dan Bulgaria, Dia menjawab saya hanya takut dengan Tuhan. dan sesampainya di makkah saya akan berdoa buat kita semua ujar " Hadzic " Namun saya akan katakan kepada anda jika sudah menjadi kehendak Tuhan maka saya memasuki Asia hari ini dan Suriah. Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab Saudi hanya berbekal Uang Rp 2,5 juta, Dia mengatakan rela berjalan kaki sampai sejauh itu lantaran tidak memiliki uang yang cukup buat ongkos perjalanan haji. "subkhanalloh"  

Senad Hadzic [47 tahun] Asal Bosnia Herzegovina rela menempuh perjalanan 5,800 kilo meter hanya berjalan kaki menuju makkah Arab Saudi. Tujuanya sebagai seorang Muslim sama dengan pemeluk islam lainya di seluruh Dunia Yaitu menunaikan ibadah Haji .( semoga menjadi haji yang mabrur )
Hadzic sempat menjelaskan Tujuanya itu di situs berbagi video Youtube. Dia mengatakan rela berjalan kaki sampai sejauh itu dikarenakan tiada biaya mencukupi. Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab Saudi hanya dengan bekal uang Rp 2,5 juta ujarnya

Setiap tahun seluruh umat muslim dari seluruh pelosok Dunia menunaikan ibadah Haji. Islam memang mewajibkan umatnya yang mampu dari segi jasmani dan rohani untuk menunaikan rukun Islam yang ke 5 itu. maka bersyukurlah jika kita ditakdirkan oleh Alloh SWA bisa melaksakan ibadah Haji. dan semoga kita menjadi Haji yang Mabrur ..Amin..Amin..

Selasa, 23 Oktober 2012

Bani Adam Vs Iblis




Untuk kita renungkan bersama !!! Cerita Bani Adam Vs Iblis Jahanam ..
Ane berharap yang membaca postingan ini adalah Masih kerabat Bani Adam. sama seperti Ane  Bani Adam juga. Nabi Adam As merupakan musuh bebuyutan Iblis. Di sebabkan kehadiran Nabi Adamlah telah membuat Iblis terusir dari Syurga. Bukan sekadar itu Alloh telah menghukumya tersesat selama-lamanya. Namanya musuh bebuyutan. sampai anak cucu semua keturunan Nabi Adam As pun jadi sasaran Iblis dan bala tentaranya.

Bukankah Al-Quran surat Al-A'raf ayat 16-17. disini akan kita temui sumpah iblis yang akan menjerumuskan semua anak cucu keturunan Nabi Adam as, dari ketaatan kepada Alloh SWA.

Iblis menjawab :- Karena engkau telah menghukum saya tersesat. maka saya akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari segala penjuru. dari muka dan belakang mereka. dari kanan dan kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka Bersyukur serta Taat kepadamu( Al-A'raf 16-17).

Di dalam ayat ini Alloh SWA mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang benar (lurus) sekuat tenaga dengan pelbagai cara dan helah dan dari segala arah serta pelbagai taktik  dan setrategi. Agar kesemua keturunan Bani Adam lalai dengan perintah Alloh SWA.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir di jelaskan bahwa yang dimaksud dengan firman Alloh SWA dalam surat Al-A'raf ayat 16-17 di atas Adalah :-

Kemudian saya Iblis akan mendatangi mereka dari muka : Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akherat {min baini aidihim}sebab [akherat adalah masa depan kita].
Dan dari belakang mereka : membuat mereka cinta kepada dunia {wa min kholfihim}karena [dunia selalu di belakang kita]
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka”: Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim), ( akhirat adalah masa depan kita). 
Dari kanan mereka: urusan-urusan agama akan di buat tidak jelas {Wa'an Aimaanihim}
Dan dari kiri mereka: manusia akan di buat tertarik dengan nikmat dan kesenangan dalam kemaksiatan {Wa'an Syama'ilihim}
Akan tetapi Iblis tidak akan bisa menyesatkan kita dari arah atas dan bawah kita ..kenapa ?

Al- Fakhrur -razy dalam tafsirnya berkata : diriwayatkan bahwa ketika iblis mengatakan ucapanya tersebut. maka hati para malaikat menjadi kasihan terhadap manusia. mereka berkata. " Wahai Tuhan Kami bagaimanamungkin manusia bisa melepaskan diri dari gangguan syaitan " Maka Alloh SWA berfirman kepada mereka bahwa bagi manusia masih tersisa dua jalan . atas dan bawah. jika manusia mengangkat kedua tanganya dalam Doa dengan penuh kerendahan hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekusyukan. maka Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka " ( At-Tafsir Al-Kabir v/215 )"

Dalam Tafsir yang lain juga dikatakan bahwa iblis tidak mendatangi kita dari atas. karena rahmat turun kepada manusia dari atas ( Tafsir Ibnu Katsir III/394-395 )

Inilah ambisi Iblis untuk menyesatkan semua Bani Adam sampai tidak tersisa seorangpun dari mereka kecual;i yang bisa bersyukur dan taat kepada Alloh SWA. Secara realitas ternyata program syaitan ini menjadi kenyataan karena mayoritas Bani Adam telah terperangkap dalam jebakan-jebakan iblis. kecuali hamba-hamba Alloh yang ikhlas dan patuh dengan segala perintah Alloh.

Bagai mana cara Iblis membuat perangkap untuk menyesatkan Bani Adam ?
Dalam rangka menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus. iblis mempersiapkancara dan jebakan-jebakan ada 6 tingkatan jebakan. yang di pasang iblis untuk menjerat Bani Adam. saya mendapati 6 macam ini dari buku yang saya baca. karya Abu Abdurrahman Sabry bin salamah bin Sahin. judul aslinya " Ash-Shira' Ma'asy-Syaitan" yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia oleh penerbit pustaka Al-Kautsar.

Enam Tingkatan itu Adalah sebagai berikut :- 

1 :- Iblis akan menjerumuskan Bani Adam ke l;embah kekafiran atau ke syirikan. kekafiran dan kesyirikan merupakan dosa tertinggi yang tak akan di ampuni oleh Alloh SWA atas pelakunya. Maka iblis begitu giat untuk mempromosikan kesyirikan ini. Iblis mencipta Tuhan Tuhan selain Alloh. yang semua itu di yakini Bani Adam sebagai tandingan adanya tuhan selain Alloh. banyak bani adam yang terjebak dengan jebakan ini. namun tak sedikit pula yang selamat. akan tetapi jika bani adam selamat dari jebakan ini iblis akan menggunakan cara berikutnya .


2 :- Iblis akan berusaha menjatuhkan Bani Adam ke lembah Bid'ah sehingga ia mengamalkan Bid'ah dan menjadi  ahlul bid'ah selamanya. Iblis tidak akan melarang Bani Adam untuk menyembah Alloh SWA tanpa menyekutukan dengan selain-Nya. Namun iblis akan mentusupkan ajaran-ajaran yang tidak berasal dari Al-Quran dan sunnah Rosululloh SAW ke dalam ajaran islam. sehingga para ahlil Bid'ah akan menyibukkan diri dengan amalan-amalan Bid'ah. Bani Adam mengira perbuatan mereka tidak menyimpang karena bagusnya iblis membungkus amalan-amalan Bid'ah menjadi seakan-akan amalan ajaran sunnah. Bani Adam akan selamat apabila membentengi diri dengan mengamalkan Al-Quran dan sunnah Rosululloh SAW. secara benar. Namun apabila Bani Adam termasuk Ahli Sunnah maka iblis tidak mampu memperdaya maka iblis akan menggunakan cara yang berikutnya : 

3 :- Iblis akan menggoda Bani Adam untuk melakukan dosa-dosa besar. Dosa besar memang tidak menyeret pelakunya kepada kekafiran. akan tetapi akan menyeret Bani Adam ke Neraka. Bnayak sekali Bani Adam terjebak ke dalam jebakan ini. Setiap hari kita mendengar berita pembunuhan. perselingkuhan, perzinaan, dan banyak lagi dosa-dosa besar terjadi. Namun bila Alloh menjaganya maka syaitan akan menggoda dengan cara yang lain pula :

4 :- Iblis akan menggoda Bani Adam dengan dosa-dosa kecil dan menganggapnya remeh. Dosa kecil seringkali dianggap remah oleh pelakunya. Padahal sesuatu yang kecil apabila berlangsung terus menerus dan dalam jangka yang panjang akan menjadi besar. sekecil apapun peluang iblis tidak akan melewatkanya walaupun dengan dosa kecil namun jika gagal maka iblis akan menggoda cara lain :

5 :- Iblis akan menyibukkan Bani Adam dengan perkara " Mubah"sehingga mereka lalai dari perkara pokok. Perkara Mubah adalah perkara yang boleh dilakukan jika Mubah tidak membuat kita berdosa. Namun juga tidak akan mendapat pahala. tergantung niat kita. Mubah lebih sering mengandung amalan duniawi. sehingga bila kita disibukkan dengan hal-hal yang mubah maka kita akan kerugian akherat yang besar. Kita tidak berdosa akan tetapi pahala akherat kita tidak akan bertambah. Statistik ini merupakan kerugian bagi Bani Adam. Namun jika Bani Adam terselamat dari perangkap ini maka iblis akan menggunakan cara yang terakhir :

6 :- Iblis akan menyibukkan Bani Adam dengan amalan yang rendah nilai pahalanya. misalnya dia menyibukkan Bani Adam dengan amalan sunnah sehingga melalaikan dari amalan yang Wajib. demikian seterusnya. iblis akan menyibukkan dengan Qiyamul lail. namun membuat lalai dari melaksanakan sholat subuh berjamaah. begitu seterusnya. Bila ada orang yang selamat dari Enam perkara perangkap Syaitan tersebut. maka dia termasuk Hamba Alloh yang Ikhlas yang tidak dapat digoda oleh Iblis karena mendapat taufiq serta Hidayah dari Alloh Subkhanahu Wata'ala.

Di dalam penjelasan lain ada satu makar yang dilancarkan Iblis kepada Bani Adam. yang Rosululoh SAW pun tak akan selamat dari makar ini. Iblis menguasai orang-orang kafir yang zhalim untuk menyiksa kaum mukminin. sampai saat ini masih banyak kita lihat makar Iblis yang satu ini masih berlangsung berterusan.

Demikian merupakan perangkap-perangkap Iblis yang harus kita kenal. semoga kita terselamat dari jebakan-jebakan Iblis laknatulloh tersebut. renungkanlah maka kita akan tahu sejauh mana kita telah terjerumus kedalam perangkap iblis ini. Dari poin 1 s/d 6. mana yang pernah kita dapati pada diri kita.

Wahai Bani Adam..Waspadalah ..Waspadalah !!! Iblis tidak akan melepaskan sekecil apapun peluang yang dimiliki untuk menjebak kita. INGAT ! Tetap memohon perlindungan kepada Alloh SWA berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Rosululloh SAW akan menyelamatkan kita dari segala jebakan Iblis dan bala tentaranya.

Ane berharap semoga Artikel ini bisa bemanfaat dan berguna buat kita semua..Allohumma Amin.. 





Jumat, 19 Oktober 2012

" Kehidupan "

Makna Kehidupan yang sebenarnya



" HIDUP " itu sebenarnya Apa sich ? Setiap kali Kita berfikir tentang kehidupan Jawabanya Kita Cenderung akan merasa berada di titik terendah. Bahkan tak jarang orang mencari makna Hidup dari cara - cara yang salah, yang kemudian membuat orang di sekitarnya merasa terluka, Kecewa, dan ditinggalkan.

Disini Ane akan share Arti kehidupan yang sebenarnya yang mungkin bisa membantu Anda untuk mengubah persepsi tentang arti hidup. Yang akan menghilangkan kepedihan, Luka, kekecewaan, di dalam hati. dan Inilah Makna " Hidup " yang sebenarnya :

HIDUP adalah sebuah Kesempatan : Manfaatkanlah ..
HIDUP adalah sebuah Kecantikan : Kagumilah ..
HIDUP adalah Kebahagiaan : Nikmatilah ..

HIDUP adalah sebuah Mimpi : Sadarilah ..
HIDUP adalah sebuah Tantangan : Hadapilah ..
HIDUP adalah sebuah Tugas : Selesaikanlah ..

HIDUP adalah sebuah Permainan : Mainkanlah ..
HIDUP adalah sebuah Janji : Penuhilah ..
HIDUP adalah sebuah Masalah : Atasilah ..

HIDUP adalah sebuah Lagu ; Nyanyikanlah ..
HIDUP adalah sebuah Perjuangan : Terimalah ..
HIDUP adalah sebuah Tragedi : Hadapilah .

HIDUP adalah sebuah Petualangan : Tantanglah ..
HIDUP adalah sebuah keberuntungan : Wujudkanlah ..
HIDUP itu terlalu Berharga : Jangan pernah Meng-hancurkanya ..

                     " HIDUP adalah HIDUP " maka BERJUANGLAH ..

INGAT !!! Dan setiap kali Anda merasa sedang Jatuh terperosok dalam kehidupan Anda. Baca kembali setiap Kalimat di atas untuk menguatkan diri Anda.
Hidup itu Ibarat Janji yang harus kita penuhi. Jangan berhenti di tengah jalan, dan tepati setiap Janji tersebut dengan Kemampuan semaksimal  mungkinYang Anda Miliki ..

Harapan Ane semoga Artikel ini bisa membantu dan bermanfaat buat kita semua ..amin


Senin, 15 Oktober 2012

20 Soalan yang Nabi tanyakan pada Iblis

                              
  Dialog Antara nabi Mohammad dengan iblis

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.
Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untukmu menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”
Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 7 helai, panjangnya seperti ekor kuda.
Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),

“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.
Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”
Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”
Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”
Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.
Pertanyaan Nabi (1):
“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”
Jawab Iblis:
“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”
Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.
Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”
Pertanyaan Nabi (2):
“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”
Jawab Iblis:
“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”
Pertanyaan Nabi (3):
“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”
Jawab Iblis:
“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.
Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”
Pertanyaan Nabi (4):
“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”
Jawab Iblis:
“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”
Pertanyaan Nabi (5):
“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:
“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.
Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”
Pertanyaan Nabi (6):
“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:
“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”
Pertanyaan Nabi (7):
“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:
“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”
Pertanyaan Nabi (8):
“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:
“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”
Pertanyaan Nabi (9):
“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”
Jawab Iblis:
“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”
Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahman nir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”
Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”
Pertanyaan Nabi (10):
“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis:
“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.
Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”
Pertanyaan Nabi (11):
“Siapa yang serupa dengan engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”
Pertanyaan Nabi (12):
“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”
Pertanyaan Nabi (13):
“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis:
“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”
Pertanyaan Nabi (14):
“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”
Jawab Iblis:
“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”
Pertanyaan Nabi (15):
“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”
Jawab Iblis:
“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”
Pertanyaan Nabi (16):
“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”
Jawab Iblis:
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”
Pertanyaan Nabi (17):
“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”
Pertanyaan Nabi (18):
“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”
Pertanyaan Nabi (19):
“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”
Pertanyaan Nabi (20):
“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”

" Bersedekah "

Kisah nyata Sedekah dengan Uang Terakhir



Inilah Kisah nyata : Bersedekah Dengan Uang Terakhir :-
Cerita ini dialami oleh guru Agama Ane. Ane masih ingat betul dia menceritakan kisah ini saat dia mengajar mata pelajaran Agama Islam di kelas Ane (SMA) sekitar tahun 1992. Cerita ini tidak pernah Ane lupakan karena inilah Cerita pertama yang Ane dengar Tentang balasan yang nyata sebuah sedekah.

Karena tekad yang kuatlah Guru Agama Ane berani meneruskan kuliahnya agar dia bisa menjadi sarjana Agama Islam waktu itu. Modal utama dia hanyalah keyakinan bahwa Alloh pasti akan menolong Ummatnya yang memang berniat ingin berjuang di jalan Alloh (Islam). Memang benar keyakinan itu terjawab. Banyak sekali rejeki dari mengajar ngaji panggilan yang dia dapatkan selama kuliah. Bayaran yang dia terima besar juga karena rata-rata yang memakai jasa dia adalah orang-orang yang mampu (kaya).
  
Pada suatu ketika Guru Ane kehabisan Uang. Di saku celananya hanya tersisa uang untuk sekali makan dan naik kendaraan ke salah satu muridnya . Hari itu adalah jadwal mengajar di salah satu anak pejabat dan biasanya tanggal itu waktu orang tuanya ngasih amplop untuk jasa mengajar. Setibanya di rumah muridnya, Dia hanya ditemui pembantu sang pejabat yang mengatakan semua ahli keluarga ke luar kota ada sesuatu yang sangat penting.

Dengan perasaan yang galau serta lemas, Guru ane pulang dengan berjalan kaki. sebab jika dia naik kendaraan berarti dia tidak makan nanti sore. karena uang yang ada di saku cuma cukup untuk sekali makan. disaat berjalan pulang di tengah jalan dia bertemu seorang nenek-nenek tua yang kelaparan. Dia merasa kasihan Dengan mengucap Bissmillah dia memberikan Uang terakhirnya yang dia miliki untuk nenek tersebut Dia berkeyakinan Alloh pasti akan menolong dia saat kelaparan nanti. karena saat ini yang paling membutuhkan adalah nenek tua tersebut.

 Rupanya harapan Guru Ane langsung di jawab dan dikabulkan oleh Alloh. Hanya beberapa langkah selepas dia memberi uang pada nenek tua tadi Dia menemukan uang dipinggir jalan yang cukup untuk dia makan selama sebulan ( subkhanalloh ). Beberapa hari kemudian bapak pejabat mentitipkan kabar kepada kawanya untuk segera ke rumah mengambil honor mengajar ngaji. pak pejabat itu juga memberikan 3 kali lipat honor ngaji Guru Ane karena pak pejabat baru saja mendapat rejeki. bukan hanya itu pak pejabat itu juga memberi Referensi untuk mengajar mengaji di tempat teman-temanya yang lain.

Dengan berlinang air mata kesyukuran. Guru Ane berucap itulah balasan sedekah yang diberikan oleh Alloh buat ummatnya yang benar-benar Ikhlas. dan Dia mengingatkan kepada kami semua untuk senantiasa bersedekah karena bisa membersihkan harta kita dan selalu mendekatkan diri kepada Alloh.


Hikmah dari kejadian ini adalah : Dengan keikhlasan dan keyakinan akan pertolongan Alloh. Serta doa yang tiada henti pasti rejeki akan mengalir seperti Air dalam kehidupan kita.