Pages

Minggu, 26 Oktober 2014

Kisah lelaki yang ingin Pukul Rasululloh SAW

                                                                                 

                     Kisah ini terjadi pada Rasulullah S.A.W. sebelum beliau baginda wafat.

Rasulullah S.A.W. telah jatuh sakit yang agak panjang masanya.
Hinggakan baginda tidak dapat sholat berjamaah dengan para sahabat di masjid.
Maka pada suatu hari, Rasulullah S.A.W. meminta beberapa orang sahabat membawanya ke masjid.

Di dudukkan atas mimbar, lalu baginda meminta Bilal memanggil semua para sahabat datang ke
masjid.
Tidak lama kemudian, penuhlah masjid dengan para sahabat.
Semuanya rasa terobati rindu setelah agak lama tidak dapat melihat Rasulullah S.A.W.

Lalu Rasulullah S.A.W. mula berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua! Aku ingin tanya pada kamu semua.... apakah telah aku sampaikan kepada kamu semua, bahwa sesungguhnya Allah S.W.T. itu adalah Tuhan yang layak di sembah?"
Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar! Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah S.W.T. adalah Tuhan yang layak disembah".

Rasulullah S.A.W. berkata: "Persaksikanlah ya Allah! Sesungguhnya aku telah
sampaikan amanah ini kepada mereka".
Kemudian baginda berkata lagi..dan setiap apa yang baginda perkatakan, akan dibenarkan oleh semua para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu topik yang menjadikan para sahabat agak sedih dan terharu.
Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya! Aku akan pergi bertemu Tuhan...dan sebelum aku pergi, aku ingin selesaikan segala urusan dengan manusia.

Maka aku ingin bertanya kepada kamu semua.. siapakah di kalangan kamu yang aku ada hutang dengannya..silahkan bangun..aku ingin selesaikan hutang tersebut.

Karena aku tidak mahu bertemu Tuhan dalam keadaan ada hutang dengan manusia".
Ketika itu semua sahabat diam..sedang dalam hati masing-masing berkata: "Mana ada Rasullullah S.A.W. berhutang dengan kami..sebenarnya kamilah yang banyak berhutang dengan baginda".

Rasulullah S.A.W. mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.
Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama Akasyah. lalu dia berkata: "Ya Rasulullah! Aku ingin ceritakan dulu perkara ini. Andai ianya dikira hutang, maka aku minta kau jelaskan. Andainya ianya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah S.A.W. berkata: "Ceritakanlah wahai Akasyah".

Maka Akasyah pun mula bercerita: "Aku masih ingat lagi ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda. Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda,yang sebenarnya cemeti itu terkena pada dadaku karena ketika itu aku berdiri di sebelah belakang kuda yang engkau tunggang wahai Rasulullah".

Mendengar yang demikian, terus Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Akasyah! kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama".

Dengan suara yang agak tinggi, Akasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah!".
Akasyah seakan-akan tidak merasa bersalah bila mengatakan yang demikian.
Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak memarahi Akasyah.

"Sesungguhnya engkau tidak berhati perut  kau tidak berperikemanusiaan wahai Akasyah! ..bukankah Baginda sedang sakit!"

Akasyah tidak menghiraukan semua itu.

Kemudian Rasulullah S.A.W. meminta Bilal mengambil cemeti tersebut di rumah anaknya Fatimah.
Ketika Bilal meminta cemeti tersebut dari Fatimah, maka Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cemeti ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dengan nada sedih: "cemeti ini akan digunakan oleh Akasyah untuk memukul Rasulullah".

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata: "Kenapa Akasyah hendak pukul ayahku Rasulullah!......ayahku sedang sakit........kalau nak pukul, pukullah aku ini anaknya".

Bilal menjawab: " Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".
Bilal membawa cemeti tersebut ke masjid lalu diberikan kepada Akasyah.
Setelah mengambil cemeti, Akasyah maju ke depan menuju mimbar.

Tiba-tiba bangun Abu bakar menghalang Akasyah sambil berkata: "Wahai Akasyah! kalau kamu hendak pukul, pukullah aku..aku orang yang mula-mula beriman dengan apa yang Rasulullah S.A.W. sampaikan. Akulah temannya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak pukul, maka pukullah aku".

Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Abu bakar!..ini bukan urusan kamu. Ini antara aku dengan Akasyah".

Akasyah maju lagi selangkah kedepan..lalu bangun pula Umar menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! kalau engkau hendak pukul, pukullah aku.. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu..Sekarang jangan ada sesiapa yang berani menyakiti Muhammad. Kalau engkau ingin sakiti dia, maka sakitilah aku dulu".

Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Umar! Ini urusan antara aku dengan Akasyah".

Akasyah maju lagi kedepan.tiba-tiba bangun pula Ali bin Abu Talib sepupu Rasulullah S.A.W.
Dia menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! pukullah aku wahai Akasyah. Darah yang sama ada pada tubuh aku ini wahai Akasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Ali! ini urusan antara aku dengan Akasyah" .

Akasyah makin maju lagi kedepan...tiba-tiba tanpa disangka, bangunlah dua orang cucu kesayangan Rasulullah S.A.W. yaitu Hassan dan Husin.

Mereka berdua merayu dan meronta.
"Wahai paman Akasyah pukulah kami berdua wahai paman Akasyah.Kakek kami sedang sakit pukulah kami saja sebagai gantinya.
wahai paman Akasyah sesungguhnya kami ini adalah cucu kesayangan Baginda maka pukulah saja kami wahai paman".

Lalu Rasulullah S.A.W berkata: "Wahai cucu-cucu kesayanganku! duduklah kamu. Ini urusan aku dengan Akasyah".

Bila sampai di tangga mimbar, dengan tegasnya Akasyah berkata: "Macam mana aku hendak pukul engkau ya Rasulullah! Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau hendak aku pukul engkau, maka turunlah ke bawah sini".

Rasulullah S.A.W. memang seorang insan yang baik. Baginda meminta beberapa orang sahabat memapahnya ke bawah.
Baginda didudukkan pada sebuah kerusi, lalu dengan suara tegas Akasyah berkata lagi: "Sewaktu engkau pukul aku dulu, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah".

Tanpa berlengah, dalam keadaan lemah.Rasulullah membuka baju.
Lalu kelihatanlah tubuh Baginda yang sungguh indah, sedang beberapa ketul batu terikat di perut Baginda..ini menandakan Baginda sedang menahan kelaparan.

Lalu Rasulullah S.A.W. berkata: "Wahai Akasyah! bersegeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Tuhan akan murka pada kamu".
Akasyah terus menghampiri Rasulullah S.A.W.lalu mula untuk menghayunkan tangan yang memegang cemeti untuk dipukulkan ke tubuh Rasulullah S.A.W.

Rupa-rupanya sambil Akasyah menghayunkan cemeti, sambil itu juga dia melemparkan cemeti ke arah tempat lain..dan sambil itu juga dia terus memeluk tubuh Rasulullah S.A.W. seerat-eratnya.

Sambil berteriak menangis, Akasyah berkata: "Ya Rasulullah, ampunkanlah aku..maafkanlah aku..mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah..sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu..karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sesungguhnya aku takut dengan api neraka..maafkanlah aku ya Rasulullah".

Rasulullah S.A.W. dalam keadaan penuh hiba lalu berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kamu ingin melihat ahli syurga, maka lihatlah kepada Akasyah".
Semua sahabat tidak dapat menghalang titisan air mata yang mencurah di pipi masing-masing karena merasa Terharu dengan tindakan Akasyah.

Sambil itu semua para sahabat beramai-ramai memeluk Rasulullah S.A.W serta memeluk Akasyah.

Jumat, 10 Oktober 2014

Tiada balasan " HAJJI MABRUR " kecuali SYURGA.

                                                                              


Belum lama ini kita berjumpa dengan bulan Dzulhijjah dimana Allah telah memerintahkan seluruh umat Islam yang mampu untuk melakukan Ibadah haji. Ibadah yang termasuk rukun Islam ke-5 ini adalah salah satu dari kewajiban agung yang Allah berikan untuk membersihkan dan mensucikan jiwa umat Islam yang menjalankannya. Haji juga termasuk dalam amalan yang utama. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, “Rasulullah pernah ditanya: ‘Amalan apakah yang paling utama?’ Maka beliau menjawab: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Ditanyakan kembali kepada beliau: ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab: ‘Berjihad di jalan Allah.’ Lalu ditanyakan kembali kepada beliau: ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab: " HAJJI yang MABRUR.”
Orang Islam jika telah mampu dalam hal tertentu wajib melaksanakan ibadah haji. Adapun kemampuan tersebut mencakup kemampuan untuk berangkat ke tanah suci dan meninggalkan nafkah untuk keluarga yang ditinggalkan selama haji. Allah menjanjikan beberapa keutamaan bagi orang yang menunaikan ibadah haji, diantaranya:
1.      Diampuni dosanya seperti masih baru lahir
Dari riwayat Abu Hurairah, Ia berkata "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang menunaikan haji dan tidak berkata-kata kotor dan fasik, maka dia pulang (dari menunaikan haji dalam keadaan terampuni dosanya) bagaikan orang yang baru dilahirkan ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
2.      Haji yang mabrur diganjar surga
Selain diampuni dosanya, Allah juga menjanjikan surga bagi orang yang menjalankan haji. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Ibadah umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus (dosa) diantara keduanya, dan haji mabrur tidak balasannya melainkan surge”. (HR. Muslim)
3.      Orang yang berhaji sama seperti orang yang berjihad
Besarnya pahala jihad ternyata bisa kita dapatkan dengan melakukan ibadah haji. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, ”Jihadnya orang tua, orang lemah dan wanita adalah haji dan umrah”. (HR. An Nasa’i)
4.      Allah memuliakan orang yang berhaji
Orang yang berhaji dianggap sebagai tamu oleh Allah. Itu berarti bahwa Allah memuliakan siapa saja yang melakukan ibadah tahunan ini. Rasulullah bersabda “Tamu Allah ada tiga: orang melaksanakan haji, umrah dan orang yang berperang (dijalan-Nya). Apabila mereka berdoa kepada-Nya maka Dia kabulkan dan apabila mereka memohon ampun kepada-Nya maka Dia ampuni mereka”. (HR. Ibnu Hibban)
Betapa besarnya ganjaran Allah untuk orang-orang yang melakukan haji. Hal ini menandakan bahwa haji memang amalan utama yang sangat membantu kita menggapai ridho Allah. Ketika kita sudah siap dan mampu secara finansial dan juga fisik, hendaklah ibadah ini dilakukan agar ganjaran itu bisa kita peroleh.
Bersyukur dan Berbahagialah bagi Orang-orang yang sudah diberi kesempatan buat melaksanakan ibadah Haji karena sesungguhnya ibadah haji merupakan Panggilan langsung dari Alloh SWA.

Kamis, 09 Oktober 2014

Kisah sahabat Umar Bin Khattab

                                                                         

Kisah masuk Islam-nya Umar Bin Khattab RA

Umar bin Khattab ra terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik.

Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi seraya bertanya:
“Hendak kemana engkau ya Umar ?”,
“Aku hendak membunuh Muhammad”, jawabnya.
“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad ?”,

“Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?”. Tanya Umar.
“Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu”, kata Abdullah.


Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.

Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya :
“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka
“Pasti kalian telah murtad”, kata Umar dengan geram
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”, jawab ipar Umar.

Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah:

“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”

Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber-darah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.
Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca : 

Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: “Ini adalah nama-nama yang indah nan suci”
Kemudian beliau terus membaca : Surat Thaha.
طه
Hingga ayat :

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”
(QS. Thaha : 14)
Beliau berkata :

“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.
Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :

“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.
Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah bertanya:
“Ada apa ?”.
“Umar” Jawab mereka.
“Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.

Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :

“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.
Maka berkatalah Umar :
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah .
Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.

Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin

Senin, 29 September 2014

Hikmahnya Ibadah Qurban

                                           
     
7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha

Hadits ibnumajah 3117

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Tidak ada amalan yg dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yg lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya. [HR. ibnumajah No.3117].

Hadits ibnumajah 3118

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ
Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, lantas apa yg akan kami dapatkan dengannya?
beliau menjawab: Setiap rambut terdapat kebaikan. Mereka berkata, Bagaimana dgn bulu-bulunya wahai Rasulullah?
beliau menjawab: Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan. [HR. ibnumajah No.3118]

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

Kisah nyata yang sangat mengharukan.

                                                  

                         Kisah Nyata penuh Inspirasi
               (Kisah Sepiring NASI dan segelas Teh MANIS yang Luar Biasa)

Kisah mengharukan tentang kehidupan seorang tukang sampah di Jakarta ini diceritakan sahabat Ane .Yaitu seorang kaskuser yang merupakan pegawai kantor di daerah sana. Sang tukang sampah tidak banyak bicara, namun perilaku beliau sungguh menusuk hati kita semua. Derajat moralnya jauh lebih tinggi dan mulia daripada moral tokoh-tokoh politik negeri ini yang banyak terlibat kasus korupsi.
Mari kita simak kisah nyata singkat tentang seorang Tukang Sampah ini.

Barusan ane istirahat makan di kantor ane, kebetulan kantor ane di daerah yang lumayan 'minus' sih gan.. kalo agan-agan yang ada di Jakarta mungkin tau daerah Stasiun Kota kaya gimana. Banyak pengemis, gelandangan dan orang-orang yang tingkat kehidupannya (maaf) dibawah kesejahteraan atau jauh dari kehidupan selayaknya.

Sebelum nyari makan, ane beli rokok dulu gan biar entar abis makan gak bingung nyari rokok.. Ane nyalain satu batang.. Sambil nge-rokok ane jalan buat nyari tempat yang enak buat duduk dan makan. sampe akhirnya ane nemu sebuah tempat yang menurut ane enak dan teduh,ane celingukan soalnya
semua tempat duduk sudah dipake orang-orang. Di sela-sela celingukan ane, ada seorang bapak tua bilang ke ane:

"Silakan pak, disini aja duduk sama saya" katanya.. ane iyain aja gan, meskipun rada panas tapi yang ada cuman disitu doang.. Ane perhatiin bapak itu, orangnya sudah tua banget, kurus, giginya uda ompong,rambutnya uda putih semua, bawa-bawa tas besar ama kresek isinya plastik-plastik gitu. Dimulailah obrolan ane ama bapak itu.

A : Ane, B : Bapak 


A: lagi nunggu apa pak?
B: nggak mas, ini cuma duduk-duduk aja abis cari sampah seharian.. capek..
A: Jalan dari jam brapa pak?
B: dari pagi mas, sudah lumayan banyak dapetnya ini..
A: oohhh...

Obrolan sempat berhenti bentar, ane nikmatin rokok, bapaknya ngerapiin plastik2nya gitu.. Sampe pada akhirnya ane liat si Bapak pijet2in kepalanya gitu sambil hela napas panjang..

A: pusing ya pak? siang2 panas gini emang bikin pusing..
B: (ketawa kecil) iya mas.. agak pusing kepala saya..
A: bapak ngerokok? ini kalau bapak mau.. (sambil ane sodorin rokok ane yang tinggal sebatang)
B: nggak mas makasih, saya nggak ngerokok.. sayang uangnya, mending buat makan daripada beli rokok.. lagian ga bagus juga buat badan. Dalem hati gue rada tertohok juga.
A: iya juga sih pak.. (nginjek rokok ane) Abis itu gue denger suara perut.. *kruucuuuk-kruucuuk.. gitu. Gue spontan noleh ke arah si bapak.

A: Bapak belum makan pak?
B: (senyum) belum mas, nanti aja ..
A: wah, tar tambah pusing pak?
B: iya mas, saya udah biasa kok.. gak berapa lama, kedengeran lagi bunyi perutnya..
A: Bapak beneran ga mau makan pak?
B: iya mas,nanti aja... gue sudah ngerasa kalo bapak ini bukannya gak mau makan,tapi beliau gak punya uang buat makan..
A: bentar ya pak, saya ke warung dulu pesen makanan..
B: oh.. iya mas, silakan.. ane nyamperin tukang nasi padang terdekat, ane pesen buat ane sendiri ama ane inisiatif beliin nasi ma ayam buat si bapak. Selesei pesen, ane bawa tu nasi dua piring ke tempat duduk tadi, trus duduk.. Ane mau langsung ngasih tapi kok ane takut kalo bapaknya salah tangkep ato tersinggung, jadi ane akting dikit. Ane pura-pura dapet telpon dari temen ane.

A: (pura2 telpon) yaaah? gak jadi kesini? uda gue beliin
nih... ooohh.. gitu... yauda deh gapapa.. *belagak tutup telpon*
A: wah payah nih temen saya,uda dibelikan makanan ternyata ga jadi..
B: (senyum) ya ga papa mas,dibungkus aja nanti bisa dimakan sore..

A: wah, keburu basi pak kalo nanti sore. dimakan sekarang pasti gak abis.. gimana ya? mmmm... Bapakkan belum makan siang,ini makanan daripada sayang gak ada yang makan gimana kalo bapak aja yang makan pak? nemenin saya makan sekalian pak..


B: waduh mas, saya ga punya uang buat bayarnya..
A: gapapa pak, makan aja.. saya bayarin dah! saya lagi ulang taun hari ini..(bo'ong)
B: wah.. beneran gak papa mas? saya malu..
A: lho? ngapain malu pak? udah bapak makan aja..
B: iya mas, selamat ulang tahun ya mas..
A: iya pak.. bapak mau mesen minum sekalian nggak? saya mau pesen..
B: nggak mas.. nggak usah.. Ane manggil tukang minuman, ane mesen 2 es teh manis..
B: lho mas? saya nggak pesen.
A: iya pak, saya beli dua.. haus banget soalnya..(ane bo'ong lagi) Tanpa gue duga, si bapak meneteskan airmata.. beliau ngucap syukur berkali kali.. beliau ngomong ke ane..


B: mas, saya makasih sudah dibelikan makanan.. saya belum makan dari kemarin sebetulnya. cuma saya malu mas, saya inginnya beli makan sama uang
sendiri karena saya bukan pengemis.. saya sebetulnya lapar sekali mas, tapi saya belum dapet 
uang hasil nyari sampah..

Ane tertegun denger omongan beliau, gak sadar ane ikut ngerasa perih banget dalem hati.. nyesek banget dalem hati ane, ane secara gak sadar hampir netesin airmata.. tapi ane berlagak cool..padahal ane merasa sangat terharu.

A: ya sudah, bapak makan aja nasinya.. nanti kalau kurang saya pesankan lagi ya pak? jangan malu- malu..

B: (masi nangis) iya mas.. makasih banyak ya mas.. nanti yang diatas yang bales..

A: iya pak makasi doanya.. Akhirnya ane makan berdua ama beliau,sambil cerita-cerita.

Dari cerita beliau ane tau kalo beliau punya dua anak, yang satu sudah meninggal karena kecelakaan. yang satunya sudah pergi dari rumah gak pulang-pulang sudah 3 tahun. istri beliau sudah meninggal kena kanker tahun lalu. dan parahnya lagi rumahnya diambil ama orang. kredit gara-gara gak bisa ngelunasin uang pinjaman buat ngobatin istrinya.. Miris banget ane dengerin cerita beliau, hidup sebatang kara, gak punya rumah, anaknya durhaka, jarang makan.. malah beliau crita pernah dipalak preman waktu mulung di jakarta..

Rasanya ane beruntung banget ama kondisi ane sekarang, ane nyesel pernah ngeluh tentang kerjaan ane, tentang kondisi kosan ane, dsb.. sedangkan bapak ini dengan kondisi yang serba kekurangan masih selalu tersenyum.. rasanya sepiring nasi padang dan segelas es teh yang ane kasi gak setimpal banget ama pelajaran yang ane dapet.. Tadi ane belum ambil uang, jadi ane cuma ngasi seadanya kembalian dari warung padang ke bapak itu.
Itupun pake eyel2an dulu ma bapaknya soalnya beliau gak mau dikasih uang. tapi akhirnya dengan sedikit maksa ane kasi uang ke beliau. ane didoain banyak banget ama bapak tadi..

Dan ada satu hal yang bikin ane tercengang waktu mau ninggalin tempat tadi.. sambil jalan ane noleh ke belakang, si bapak sudah gak ada.. ane cariin bentar,ternyata si bapak ada di depan kotak amal masjid masukin duit ke dalem kotakan itu! gue makin tersentuh ama beliau.. di tengah-tengah kesulitan yang beliau alami, beliau masih sempet amal! berbagi dengan orang lain..(so bagaimana dengan kita yg kehidupanya lebih baik dr bpk itu)?

Ane menangis gan .. ane ngerasa kecil banget sebagai manusia.. ane ngerasa ditunjukin sesuatu yang bener-bener hebat! Ane berdoa semoga bapak itu dilancarkan segala urusannya, diberi kemudahan dan rejeki berlimpah, dan selalu berada dalam lindungan Alloh. Allohumma Aamiin...

Semoga kisah nyata ini dapat menginspirasi kita semua. Bahwasanya di luar sana masih banyak orang-orang yg hidupnya kurang beruntung namun masih tetap bisa beramal.

Jumat, 26 September 2014

Kisah Nyata dapat Rejeki berkat Kesabaran

                                                                           
                      
Kesabaran serta keikhlasan Mbah Sarno menuai rezeki yang berlimpah dari apa yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
 MAAF MAS, SAYA NGGAK PUNYA UANG KEMBALIAN ...
Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. 
Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

Hikmah yang perlu kita Ambil dari kisah nyata ini Adalah :
Orang-Orang yang senantiasa bersabar itu akan selalu disayang sama Alloh..

Akibat Sombong terhadap Alloh

                                                                         
4 :- Orang Yang dilaknat Oleh Alloh SWA.
              
Nabi Musa a.s. termasuk nabi yang banyak diceritakan kisahnya dalam Al-Quran. Dalam hidupnya beliau bertemu empat jenis manusia dengan kesombongannya masing-masing. Keempat-empat adalah: 

1. Firaun, raja Mesir: seorang raja atau penguasa yang amat zalim dan kejam. Dia mengaku dirinya adalah tuhan yang menguasai segala sesuatu. Dia membunuh orang dengan sekehendak hatinya saja. Dia juga merampas kebebasan orang dan harta tanpa sebab dan dia juga menyembelih bayi. Menjadi sombong karena dia merasakan mempunyai kuasa yang tiada siapa mampu menandinginya. Bala tentera yang amat ramai jumlahnya menjadikan dia merasa dirinya adalah tuhan yang mampu berbuat apa saja. Dia tidak dapat menerima hakikat jika ada orang yang nampak lebih berkuasa dari dirinya untuk berbuat sesuatu. 

2. Haman, menteri Firaun: seorang saintis bijak yang amat sombong karena merasa paling tahu tentang segala hal, terutama teknologi tercanggih pada masa itu. Dia tidak boleh menerima adanya manusia yang lebih tahu dan lebih pintar dari dirinya dalam apa perkara sekali pun. Bahkan dia dan Firaun mahu mencari Tuhannya Musa dengan membuat suatu bangunan yang sangat tinggi menggapai langit. Kedua orang ini serta seluruh bala tentara Firaun ditenggelamkan Allah di laut merah. 

3. Qarun, si orang kaya: seseorang yang sangat kaya sehinggakan kunci gudang tempat hartanya - hartanya disimpan perlu dipikul oleh beberapa orang lelaki yang sangat kuat. Qarun digelar Al Munawwir karena suaranya yang amat bagus jika dia membaca Taurat. Tapi dia adalah musuh Allah. Kesombongan Qarun adalah merasa bahwa semua perkara boleh dibeli, semua masalah dapat dia selesaikan dengan uang yang amat banyak. Dia juga mengaku bahwa hartanya yang amat banyak itu adalah hasil dari ilmu yang ada pada dirinya. Maksudnya, karena dia pandai mencari uang maka dia kaya. Qarun sangat iri hati kepada Nabi Musa as kerana Nabi Musa berpengaruh kepada kaumnya. Maka Qarun memfitnah Nabi Musa as dengan membayar seorang perempuan pelacur agar perempuan itu mengatakan bahawa dia berzina dengan Nabi Musa. Ketika Qarun bertemu Nabi Musa, dia menantang untuk saling berdoa pada Tuhan. Qarun berdoa, tidak ada jawapan. Nabi Musa berdoa, maka bumi menelan Qarun, orang-orangnya dan hartanya hidup-hidup. 

4. Bal'am, si ulama jahat: Bal'am adalah seorang ulama (pemuka agama) terkemuka saat itu. Dia seorang yang ma'rifat. Dianugerahkan Allah kemampuan untuk melihat malaikat dan 'Arsy. Bahkan Bal'am dianugerahi "ishmul a'zham" iaitu Nama Allah Yang Teragung, di mana jika dalam doa disebutkan Nama itu, maka doa itu pasti terkabul. Kesombongan Bal'am kerana menganggap bahawa dialah orang yang paling hebat masa itu, paling benar, paling 'alim dalam ilmu agama dan orang yang doanya pasti terkabul. Akhirnya, dia menggunakan lidahnya untuk mendoakan keburukan bagi Nabi Musa as. dan kaumnya. Doanya tidak dimakbul, malah berbalik pada dirinya. Allah mencabut semua ma'rifat dan ishmul a'zham pada dirinya sehingga dia mati kafir dan merana. Ada yang mengatakan bahwa dia meninggal dengan lidah terjulur keluar.


Naudzubillahi mindalik .. Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang SOMBONG