Pages

Selasa, 25 Juni 2013

Buku catatan "PELACUR"

Buku Harian Seorang Pelacur : Aku Sudah Bertobat

                                                                         
Buku harian seorang pelacur : Aku sudah bertobat Nasukha karena ALLOH ..
Rani masih bergulat dengan laki - laki manapun. dari mulai orang kantoran sampai kuli bangunan Ia layani layaknya suaminya sendiri. mereka bebas menikmati tubuh Rani yang putih mulus nan Indah serta bohai bak putri universe. asalkan mereka memiliki uang.

Seluruh warga kampung tersebut sudah muak dengan tingkah polah Rani. Ya  nama lengkapnya "RANI WULANDARI " . Ia hanya dianggap biang kesialan dikampung tersebut. tidak ada saudara yang bisa membujuk Rani untuk kembali ke jalan yang benar. Karena Rani tidak pernah mau menggubrisnya. Sebenarnya Rani anak yang baik, hanya karena pernah disakiti oleh pacarnya yang dia percayai sehingga Rani sanggup menyerahkan Mahkota keperawananya. gara-gara lelaki brengsek itu yang telah menghancurkan impianya, maka Rani nekad terjun kelembah hitam

Seorang kawanya menunjukkan jalan terbaik untuk melampiaskan dendam Rani terhadap laki-laki yang kejam terhadapnya. Hari-harinya dia lalui dalam pelukan laki-laki yang berbeda-beda silih berganti. hari berganti minggu. Bulan berganti tahun begitulah kehidupan dia setiap waktu.

Bertahun sudah waktu berlalu, Rani akhirnya disahkan oleh Dokter terjangkit penyakit kronis. Tidak seorangpun kawan' saudara atau tetangga dikampung itu yang peduli terhadapnya sungguh ironis bukan?, Apalagi pergi melihat atau menengok ketika Rani terlantar sakit seorang diri. Sehingga dia menghadapi seorang diri ketika malaikat maut menjemputnya.

Bahkan ketika Rani meninggalpun dianggap biasa saja. Layaknya kematian binatang. Rani tidak dikebumikan dengan selayaknya mungkin orang kampung merasa jijik dan menganggap kotor. Orang kampungnya memang termasuk kolot sehingga jasadnya saja tidak boleh dikuburkan di pemakaman desa.

Akhirnya terkuburlah Rani sang pelacur pada suatu tempat di tanah kosong. seorang sahabat Rani yang berprofesi sama meratapi kematian Rani seorang diri. Hanya dlm hati dia bicara sehina itukah pelacur dimata masyarakat kampung itu. mereka tidak pernah berpikir kenapa Rani bisa berbuat sehina ini ? karena disebabkan lelaki yang tidak pernah bertanggung jawab. Pernahkah mereka menghukum para lelaki  yang sudah menghancurkan masa depan para Wanita ?

Lima tahun sudah waktu berlalu dari saat penguburan Rani. Tidak seorangpun yang mengenang Rani. Rani wulandari hanyalah satu potret yang harus dirobek/dibakar dari sejarah. dari riwayat disebuah kampung yang teramat kolot. Yang masih menganggap melacur adalah kesalahan fatal, dan harus dihukuman seumur hidup bagi sipelaku, Apalagi bagi seorang Rani yang tidak berdaya apa-apa.

Namun lima bulan yang lalu kampung tersebut geger, Kampung dimana Rani terkubur dengan begitu saja. Tanpa tata cara adat dan ritual selayaknya orang dikebumikan. sebuah Proyek besar untuk pembuatan jalan TOL. Kebetulan melewati kampung tersebut secara kebetulan pula melewati kuburan Rani yang dianggap Hina oleh masyarakat kampung tersebut.

Bulldozer yang memiliki kekuatan ratusan Ton. Tidak mampu menembus tanah dimana Rani dikuburkan didalamnya. Berkali-kali moncong Bulldozer diarahkan kekuburan Rani berkali pula orang terkesima. Karena tanah itu bagaikan batu karang yang teramat kokoh. Tidak tersentuh sama sekali. Namun yang mengherankan disaat digali dengan cangkul petani biasa tanah itu begitu mudah dikeruk/Lunak dan disisihkan. seakan tidak pernah terjadi apa-apa.

Semua mata yang menyaksikan kejadian tersebut terbelalak melihat Jasad yang masih terbujur, Dengan kondisi tubuh yang masih kelihatan segar, tidak seperti layaknya mayat yang sudah terkubur lima tahun lamanya. Bau harum semerbak tercium ketika jasad itu diangkat dari liang lahat untuk dipindahkan. Harum yang berbeda dari parfum manapun, Harum yang belum pernah ada sebelumnya dibumi ini. " Subkhanalloh ". Harum yang keluar dari jasad seorang Rani yang sudah terkubur 5 tahun lamanya. Teman ane yang kebetulan sebagai mandor disitu, Ikut kaget dan bingung juga dengan peristiwa tersebut. Semua warga jadi gempar.

Karena merasa penasaran dengan keanehan kuburan Rani. maka Oleh para tokoh masyarakat dilacaklah keberadaan si empunya jasad. Dari sahabat almarhumah Rani. Yang sampai sekarang masih aktif menjalankan profesi sebagai pelacur terungkap bahwa sebenarnya. Satu tahun sebelum kematianya, Rani sudah bertaubat. Namun taubatnya itu tidak pernah Rani ungkapkan kepada siapapun. Termasuk kepada teman akrabnya sekalipun. Semua Rani curahkan pada Buku catatan harianya. Disitu dia tulis detail dan lengkap.

Rani berusaha menjalankan semua perintah Alloh dan Rosulnya. Dari yang wajib sampai yang sunah, Bahkan semua yang sunah dikerjakan, Rani menjalankan dengan khusuk dan Ikhlas buku harian itulah saksi utama semua ratapan dan jerit penyesalan Rani Wulandari. " seorang pelacur yang bertaubat secara diam-diam "

Semua mata berkaca-kaca. Terlihat begitu sedih dengan roman penyesalan yang jelas-jelas tergambar diwajah-wajah para penduduk kampung. dan Hari itu dimulailah pemakaman Rani. Pemakaman kembali seorang(bekas) Pelacur yang pernah terhina begitu rupa.
Setelah terkubur selama 5 tahun Rani akhirnya dimakamkan kembali dengan selayaknya pemakaman seorang manusia biasa dan mengikut tata cara adat dan agama. Diiringi doa-doa serta ratap penyesalan dari saudara dan seluruh warga kampung tersebut.

Hikmah yang perlu kita ambil Ikhtibar ialah :
Seburuk dan Sehina apapun perbuatan kita jika kita bertaubat serta minta ampun pada Alloh. Pasti Alloh akan mengampuninya asalkan kita jangan sampai menyekutukan Alloh.
Sebab Alloh tidak pernah DENDAM terhadap ummatnya.

Dan jadikanlah hidup kita ini " KHUSNUL KHOTIMAH " jangan sampai "SU'UL KHOTIMAH " maknanya pengakhiran yang baik jangan sampai pengakhiran yang buruk.

Kisah ini benar-benar terjadi pada suatu tempat disebuah daerah di Indonesia ..
Namun Ane maaf seribu maaf ..sebab untuk menjaga Amanah dan Privasi disini ane tidak dibenarkan menyebut desa / kampung dengan detail...Harap di maklumi ..sekian Wassalam Wr Wb.
.

Istri" SHOLEHAH "

10 Nasihat Untuk Menjadi Isteri Solehah

HATI ibu mana yang tidak gembira tatkala anak gadisnya dipinang orang. Sukanya hati bukan kepalang lalu pelbagai langkah bersiap untuk melangsungkan pernikahan dijalankan menurut tertib dan adat.
Biasanya ibu dan ayah akan bertungkus-lumus berusaha menjadikan majlis akad nikah puteri kesayangannya dengan penuh komitmen supaya meriah dan ceria.
Adalah wajar ibu bapa pengantin wanita memberikan petua dan nasihat buat anaknya yang bakal melangsungkan pernikahannya. Nasihat supaya anak memelihara dan menjaga alam rumah tangganya sebaik yang terdaya.
Inilah yang pernah dilakukan istri ‘Auf ibnu Mihlam Asy-Syaibani yang dikatakan ada memberi nasihat kepada puterinya yang akan bernikah dengan Raja Kindah. Pesan istri ‘Auf Ibnu Mihlam Asy-Syaibani: “Puteriku, kini engkau meninggalkan tempat kelahiran menuju rumah baru dan orang baru yang belum pernah engkau ketahui keadaan dan wataknya. Maka, jadilah engkau sebagai pengabdi yang baik bagi suamimu, supaya dia menjadi pengabdi yang baik juga bagimu. Perhatikan baik-baik sepuluh perkara daripadaku supaya ia menjadi modal bagi hidupmu.”
Begitulah kasihnya istri ‘Auf terhadap anak gadisnya, tetapi kasihnya itu bukan mengadakan pesta besar-besaran dan serba mewah, kasih sayang dilahirkan melalui kaedah menyalurkan nasihat berguna buat anaknya melayari alam rumah tangga supaya aman sejahtera dan bahagia.
Pesanan pertama kepada anaknya: “Jadilah engkau sebagai pendamping hidupnya yang selalu menerima apa adanya. Sebenarnya nasihat istri ‘Auf itu bertepatan kehendak agama karena sikap qonaah, bersedia dengan hati lapang terhadap kemampuan suami, menu keharmonian rumah tangga”. Arti kata lain, istri tidak sesekali membebankan suami yang di luar batas kemampuannya. Inilah seharusnya ada pada diri seorang istri solehah.
Seterusnya pesanan kedua beliau: “Bergaullah engkau bersama suamimu dengan cara mendengar dan mentaatinya.” Seorang Ulama’ pernah mengatakan: “Seseorang istri itu hendaklah memberikan layanan pada suaminya, memelihara anak, mengatur urusan rumah tangga sebaik mungkin. Hendaklah dia memberikan layanan pada suami dengan layanan yang wajar dan sesuai keadaan.”
Istri ‘Auf berkata lagi: “Tunjukkanlah dirimu di hadapan matanya sebagai seseorang yang paling menarik baginya dan tampilkan dirimu di hadapan hidungnya sebagai seseorang yang paling harum.” Kebijaksanaan dan kesediaan istri menonjolkan imege/Citra pribadi dalam aspek lahiriah dan dalaman mampu mewujudkan hubungan lebih intim pasangan suami istri. Ia ibarat suatu tembok pengukuh dalam membina keluarga bahagia melalui landasan diridhoi Allah.
Beliau juga berpesan supaya memperhatikan pengaturan waktu makan yang betul dan tepat serta menjaga ketentraman masa tidur. Jadi, jika diteliti apa dipesan istri ‘Auf kepada anak gadisnya, sesuai dan relevan dijadikan sebagai pedoman kita semua.
Pesanan lain, “Sesungguhnya kelaparan seseorang akan menyebabkannya mudah beremosi dan kurang tidur pula menyebabkan seseorang itu mudah melepaskan kemarahan.”
Ini adalah langkah proaktif istri mengelakkan suasana kurang baik dalam berkomunikasi dan berhubungan dengan suami. Memang lumrah manusia, emosi menjadi kurang stabil dan mudah dibelenggu rasa kurang tenang apabila perut lapar atau kurang tidur. Lagilah bahaya karena emosi negatif boleh meletus tanpa disangka. Justru, apa yang disarankan istri ‘Auf adalah jalan pintas untuk membendung anasir negatif daripada muncul dalam rumah tangga. Mengamalkan budaya mencintai kebersihan juga ditonjolkan dalam wasiatnya supaya anaknya menjaga kebersihan tempat tinggal, keamanan harta suami dan berikan perhatian kepada suamimu serta keluarganya.
Jika kita amati pesanan itu, kita akan jumpa peringatan terbaik mengenai penjagaan persekitaran rumah tangga yang ceria dan bersih. Juga terselit ingatan supaya istri menjadi seorang yang beramanah menjaga harta benda dalam rumah tangga.
Pesanan beliau selanjutnya dikira penting dipelihara rapi oleh istri. Kata beliau: “Janganlah engkau membuka rahasia suamimu kepada orang lain dan jangan engkau melanggar perintahnya”. Islam mencegah istri menceritakan hubungannya dengan suami atau hal rumah tangga kepada orang lain.
Yang terakhir katanya: “Janganlah engkau berasa susah ketika dia dalam keadaan senang dan janganlah engkau berasa senang ketika dia dalam keadaan susah, karena yang pertama termasuk moral yang tidak sesuai dan yang kedua termasuk merusakkan suasana. Jadilah engkau orang paling mengagungkan suamimu, agar dia menjadi orang yang paling memuliakanmu.” Begitulah pesanan bermanfaat dan cukup indah dikemukakan istri ‘Auf Ibnu Syaibah kepada anak gadisnya. Ibu bapa sewajarnya menitipkan pesanan untuk dijadikan panduan kepada anak yang akan melangsungkan pernikahan demi kesejahteraan rumah tangga mereka.
INFO: 10 pesanan jadi istri solehah
1 :- Senantiasa menjadi pendamping suami, menerima segala kekurangan dan tidak membebankan suami.
2 :- Mendengar dan mentaati suami.
3 :- Memberi layanan baik kepada suami, pelihara anak dan menjaga rumah tangga.
4 :- Senantiasa tampil menarik dan wangi untuk suami.
5 :- Mampu mewujudkan hubungan intim yang baik dengan suami.
6 :- Menjaga makan minum suami yang betul, tepat serta waktu tidur bagi elak emosi suami terganggu.
7 :- Senantiasa menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal.
8 :- Amanah menjaga harta benda dalam rumah tangga.
9 :- Istri tidak boleh membuka aib suami dan hal rumah tangga kepada orang lain.
10 :- Istri kena jadi orang yang paling mengagungkan suami.
Bagaimana menurut anda .. setujukah anda ?? please komen

Hebatnya WANITA

Untuk Seorang Isteri Dan Bakal Isteri


Hiasan

1) “Sekali suami minum air yang disediakan oleh istrinya adalah lebih baik dari berpuasa setahun”.
2) “Makanan yang disediakan oleh istri kepada suaminya lebih baik dari istri itu mengerjakan haji dan umrah”
3) “Mandi junub si istri disebabkan jimak oleh suaminya lebih baik baginya daripada mengorbankan 1,000 ekor kambing sebagai sedekah kepada fakir miskin”.
4) “Apabila istri hamil ia dicatitkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad”.
5) “Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka, pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah menjadi tasbih (zikir)”.
6) “Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang istri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya”.
7) “Apabila meninggal dunia seorang dan suaminya redha, nescaya ia dimasukkan ke dalam syurga”.
“Seseorang wanita apabila ia mengerjakan sembahyang yang difardhukan ke atasnya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya maka berhaklah ia masuk syurga dari mana-mana pintu yang ia suka”.(Hadis Riwayat Tarmizi)
“Dan ingatlah wahai wanita, semua itu terangkum di dalam suatu perkataan iaitu “TAAT”
Maka berbahagialah Anda ditakdirkan menjadi seorang " WANITA " .

Senin, 24 Juni 2013

Hikmah " PUASA "

                                 
       

Puasa elak penyakit serta tingkatkan taqwa

Selalu kita dengar orang berkata, jangan pentingkan diri sendiri, malah ustaz-ustaz juga sering mengingatkan anak muridnya supaya selalu mementingkan orang lain. “Jika kita selalu memberi nanti kita akan mendapat pulangannya,” kata pakar motivasi.

Persoalannya berapa ramai yang selalu memberi dan terus memberi, tetapi tidak mendapat pulangan yang sewajarnya? Tidak dinafikan, terdapat beberapa orang yang sering menyumbang hingga akhirnya dia pula yang jatuh miskin. Di manakah silapnya teori di atas.

Jawapan yang sering diterima ialah, boleh jadi dia tidak ikhlas dalam memberi, apatah lagi kalau dalam memberi itu dia mengharapkan pulangan pula. Ya keikhlasan hati kita amat besar nilainya di sisi Allah. Oleh sebab itu betulkan hubungan dengan Allah lahir dan batin.

Isu di atas ada kaitan dengan formula berikut, “Dalam hubungan kita dengan Allah kita perlu pentingkan diri sendiri, tetapi dalam hubangan dengan manusia kita perlu pentingkan orang lain.” Anehkan bunyinya, tetapi itulah kaedah yang sewajarnya dipraktekkan oleh umat Islam.

Oleh sebab kita sudah hampir masuk ke bulan Ramadan, formula ini cuba kita kaitkan dengan Ramadan dan amalan puasa. Sebaik sahaja kita melangkah masuk ke bulan Ramadan kita secara semula jadi akan berhadapan dengan Allah dan Manusia, malah akan lebih kerap mengadakan hubungan dengan dua pihak ini.

Hubungan dengan Allah

Puasa adalah ibadah yang menghubungkan manusia dengan Allah, sama juga dengan ibadah lain termasuk ibadah zakat.  Bukan itu sahaja, malah semua ibadah sunat mesti wujud hubungan antara manusia dengan Allah. Sebaliknya ibadah itu akan menjadi sia-sia jika dalam melakukan sesuatu ibadah hatinya terpaut kepada manusia.

Berdasarkan formula itu, apabila seseorang itu berpuasa, mereka perlu pentingkan diri sendiri. Maknanya mereka perlu pastikan bahawa sahur dilakukan mengikut peraturan yang sebaiknya. Semasa berpuasa pastikan mereka tidak melakukan perkara yang boleh membatalkan puasa. Pada masa yang sama jangan pedulikan orang lain sama dia puasa kah, dia bersahur kah, dia jaga mata kah, tidak perlu diberi komen. Biar urusan mereka dengan Allah.

Pada waktu malam pula, kita bersiap-siap untuk melakukan solat sunat tarawih. Jadi, pastikan kita hadir awal dan solat Isyak berjamaah dan sunatnya dengan sempurna. Kita perlu pastikan solat itu terbaik yang hendak kita persembahkan kepada Allah. Malah perlu kita pastikan yang solat sunat tarawih yang dilakukan terbaik dan paling sempurna. Sebaliknya jika terasa kurang disesali dan diusahakan peningkatannya.

Bayangkan jika semua umat Islam boleh jaga kepentingan diri sendiri dalam ibadah di atas, tentu mereka tiada masa untuk memikirkan kepentingan orang lain. Mereka tiada masa lagi untuk memikirkan ibadah orang lain sama ada betul atau tidak, sempurna atau tidak, sah atau tidak. Percayalah kalau kita tidak fikirkan kepentingan orang lain, kita telah selamat daripada dosa berdebat, dosa mengumpat dan dosa melakukan kerja yang sia-sia.

Kalau begitu kedudukannya, setiap kali kita berpuasa hubungan kita dengan Allah bertambah rapat dan tidak syak lagi dengan perhatian serius dalam hubungan ini akan menjadikan ibadah puasa kita itu lebih berkualitas. Ketika itu kita bukan saja sehat dari segi fizikal, malah sehat mental dan segala-galanya. Hal ini karena kita sudah tidak stres dalam memikirkan hal orang lain. Pada masa yang sama kita akan dianugerahkan sifat taqwa kerana takut untuk melakukan dosa terhadap manusia.
Hubungan dengan manusia

Dalam bulan Ramadan juga kita perlu melakukan hubungan dengan manusia seperti berniaga, bertolong bantu, berderma, memberi hadiah, nasihat ke arah kebaikan dan mengajar. Dalam menjayakan urusan ini, kita diminta supaya selalu menjaga kepentingan orang lain. Elak daripada mengambil kesempatan bagi faedah diri sendiri.

Seorang peniaga sebagai contoh, sewaktu menjual barangannya kepada pembeli perlu pastikan barangan itu berkualitas dan tidak rusak supaya pembeli mendapat manfaatnya. Tawaran harga yang ditetapkan perlu difikirkan nilainya berpatutan dan mampu dibayar oleh pembeli. Dan komunikasi antara penjual dan pembeli juga perlu dilunakkan agar tidak mengecilkan hati pelanggan.

Selain itu jika kita membuat makanan untuk berbuka puasa pastikan baik, sedap dan banyak. Maka menjelang waktu berbuka puasa, bawakan sebahagian makanan itu ke rumah tetangga. Semoga dengan itu mereka dapat merasai hasil kerja tangan kita. Biasanya tetangga itu akan pulangkan kue yang lain jika dia juga ada membuat kue. Amalan seperti ini termasuk dalam menjaga kepentingan orang lain.

Begitu juga kalau kita boleh mengajar atau memberi nasihat kepada kawan-kawan dalam soal makruf tentu perbuatan itu termasuk dalam menjaga kepentingan orang lain. Dan amalan yang paling bermanfaat ialah membantu orang susah dengan berderma atau bersodakoh dalam bulan Ramadan. Amalan ini semua akan dinilai oleh Allah sebagai kebajikan.

Percayalah dengan amalan menjaga kepentingan orang lain ini, taqwa kita akan meningkat dan bertambah baik. Paling baik lagi kalau amalan itu diteruskan walaupun selepas bulan Ramadan. Jadi, mana-mana umat Islam yang dapat menjaga kedua-dua kepentingan itu, sahlah mereka akan memperoleh kesehatan  dan ketaqwaan ..Insyalloh

Sabtu, 15 Juni 2013

Kisah Inspiratif buat Kita Semua


Kisah Si Tajir [Si kaya] Dan Tukang Becak – Sobat Tercinta, kali ini Ane punya sebuah kisah inspirasi yang sangat menarik dan bisa dijadikan sebagai contoh teladan dalam keseharian kita. Kisah inspirasi ini mengangkat sebuah cerita motivasi tentang si tajir dan seorang tukang becak. 

Pada suatu hari Si tajir yang shalih dan berprofesi sebagai pengusaha sukses sedang menginap di sebuah hotel mewah berbintang lima disemarang. Usai melakukan qiyamul-lail yang sudah menjadi rutinitasnya, ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan. Sehingga Ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum sholat shubuh. 

Begitu Ia keluar dari lobby hotel, Si Tajir pun meminta kepada tukang becak yang bernama Ibnu untuk mengantar keliling Semarang. Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang mengisyaratkan waktu shubuh akan tiba. 

Sejurus itu Ibnu berkata santun kepada penumpangnya, ”Mohon maaf ya pak, boleh tidak bapak saya pindahkan ke becak lain??” Si Tajir membalas, “Memangnya bapak mau kemana?” “Mohon maaf pak, saya mau pergi ke masjid!” jawab Ibnu. 

Terus terang Si tajir yang salih itu pun kagum atas jawaban Ibnu sang tukang becak, namun ia ingin mencari alasan mengapa Ibnu sedemikian hebat kemauannya hingga ingin pergi ke masjid. “Kenapa harus pergi ke masjid pak Ibnu?” tanyanya. Ibnu dengan polos menjawab, ”Saya sudah lama bertekad untuk mengumandangkan adzan di masjid agar orang-orang bangun dan melaksanakan shalat Shubuh. Sayang kan Pak kalau kita tidak shalat Shubuh” jelas Ibnu singkat. 

Jawaban ini semakin membuatnya bertambah kagum. Namun Ia belum begitu puas sehingga ia melontarkan pertanyaan yang menggoyah keimanan Ibnu. “Pak Ibnu, bagaimana kalau pak Ibnu tidak usah ke masjid tapi pak Ibnu temani saya saja keliling-keliling kota dan saya akan membayar Rp 700 ribu sebagai imbalannya!” Dengan santun Ibnu menolak tawaran itu, dengan mengatakan bahwa shalat sunnah Fajar itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!” 

Ia terkejut dan begitu takjub atas ketaatan Ibnu. Bahkan ketika Si Tajir itu memberikan tawaran dua kali lipat, tetap saja Ibnu menolak. Kekaguman pun membawanya menyadari bahwa ada pelajaran berarti yang sedang ia dapati dari seorang guru kehidupan bernama Ibnu . 

Beberapa saat kemudian, Ibnu dan Si Tajir pun tiba di salah satu masjid. Usai sholat dan puas berdoa. Si tajir yang bernama Pak bento itu lalu berdiri dan menghampiri tubuh Ibnu. Ia gamit tangan Ibnu untuk berjabat lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Sementara Ibnu belum mengerti apa maksud perbuatan yang dilakukan Si tajir. 

Dalam pelukan itu Bento membisikkan kalimat ke telinga Ibnu, ”Mohon pak Ibnu tidak menolak tawaran saya kali ini. Dalam doa munajat kepada Allah tadi saya sudah bernazar untuk memberangkatkan pak Ibnu berhaji tahun ini ke Baitullah… ., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini. 

Subhanallah. … Bagai kilat yang menyambar. Betapa hati Ibnu teramat kaget mendengar penuturan Bento. Kini Ibnu pun mengeratkan pelukan ke tubuh Pak bento dan ia berkata, ”Subhanallah walhamdulillah. … terima kasih ya Allah…. terima kasih pak bento….. !” Matanya berkaca-kaca. 

Nah sobatku yg tercinta , bagaimana kisah inspirasi diatas? Sangat menarik bukan? Kedua orang dalam kisah inspirasi diatas memiliki kebulatan tekad dan prinsip yang benar-benar ia lakukan dengan sepenuh hati serta didasari niat karena Alloh semata. Tidak menjadi masalah jika seorang harus bergelut dengan kemiskinan, tetapi yang terpenting Ia harus memiliki akhlak yang baik dan prinsip beragama yang benar-benar dia jalankan. Semoga saja kisah bijak diatas bisa jadi bahan renungan malam yang bagus untuk sobat-sobat yg selalu kusayangi. Marilah kita sama - sama pelajari makna disebalik cerita diatas dan semoga berguna serta bermanfaat bagi kita semua. Amiiiiiiiiiin

Kamis, 13 Juni 2013

Tanda - Tanda KIAMAT sudah Dekat

[VIDEO] Munculnya Bara Api Di Yaman


YAMAN- Jumaat (14/06/13) Secara tiba-tiba api dan asap keluar dari perut bumi di salah satu prop Yaman. Hal ini mengundang kebanyakan rasa takut dikalangan penduduk tersebut, di mana mereka tidak pernah mendapat penjelasan secara ilmiah untuk fenomena aneh ini.
Penduduk yang tinggal di lingkungan al-Salam, kota al-Hodaidah, panik akibat meunculnya api dari bawaah tanah sebelah cekungan drainase dan lidah asap yang mengepul dari retakan bumi.
Warga Yaman mengatakan, sejak 10 hari yang lalu secara tiba-tiba asap mengepul dan keluar dari bumi. Kemudian diikuti oleh kebakaran yang mengakibatkan retakan. Dan dua hari kemudian api semakin meningkat secara mendadak.
Maka sesungguhnya telah datang (hari Kiamat) tanda-tandanya. (QS.47:18)
Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (QS.54:46)
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (QS.21:01)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
“Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai api keluar dari tanah Hijaz yang menerangi leher-leher unta di Bashra.”
Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra, berkata: “Datang kepada kami Rasulullah SAW dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari kiamat”. Lalu Nabi SAW bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam as, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. – (H.R Muslim)
Wallahu’alam

Marilah kita memperbanyak Amalan untuk bekal persediaan di hari Akhir nanti
                                                                        

Balasan Maksiat

Lima kemaksiatan yang disegerakan balasannya

                                                                       
                                                                   
Menghampiri akhir zaman, semua jenis kemaksiatan sudah dilakukan oleh semua umat manusia. Namun, ada sebuah hadis yang menyatakan bahwa ada beberapa jenis maksiat yang akan disegerakan balasannya dari maksiat itu.

Dari Ibnu Umar RA ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mendatangi kami (pada suatu hari) kemudian beliau bersabda,' "Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah diuji dengannya (kalau kamu telah mengerjakannya), maka tidak ada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah subhanahu wa Ta'ala, semoga kamu tidak menemui zaman itu. Perkara-perkara itu ialah:

1. Tidak nampak perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, melainkan akan berjangkit di kalangan mereka wabak penyakit menular (Tha'un) dengan cepat, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pemah menimpa umat-umat yang terdahulu.

2. Dan tiada mereka mengurangkan sukatan / ukuran dan timbangan, kecuali mereka akan diuji dengan kemarau panjang dan kesulitan mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pemimpin mereka

3. Dan tidak menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tidak ada binatang (yang juga hidup di atas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

4. Dan tiada mereka menyalahi akan janji Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan menurunkan ke atas mereka musuh yang akan merampas sebahagian dari apa yang ada di tangan mereka

5. Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam Al-Qur'an dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan, maka (di waktu itu) Allah akan menjadikan bencana di kalangan mereka sendiri. " (HR Ibnu Majah)

Keterangan Hadis di atas menerangkan bahawa:
1. Penyakit Taun (berjangkit seperti kolera dan Aids) adalah disebabkan banyaknya terjadi perzinaan.

2. Sukar mencari rezeki dan kezaliman pimpinan adalah disebabkan daripada rakyat yang mengurangkan sukatan, ukuran dan timbangan.

3. Kemarau panjang disebabkan tidak mengeluarkan zakat.

4. Kuasa musuh mengambil sebahagian daripada apa yang dimiliki kaum Muslimin (seperti hilangnya Tanah Palestin daripada tangan kaum Muslimin) disebabkan mereka mengkhianati janji-janjinya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

5. Perang saudara yang berlaku dalam kalangan kaum Muslimin disebabkan mereka mengabaikan hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tidak menjadikan Al-Qur'an sebagai undang-undang di dalam kehidupan.