Pages

Jumat, 20 Juni 2014

Inilah "KEUTAMAAN" puasa "RHAMADAN"

                                             7 perkara manfaat Puasa "RHOMADON"                    

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 183
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ 184
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu), memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Al-Baqarah: 183-184)
Dan Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an: 
185, شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)

Keutamaan Puasa

1. Puasa adalah Perisai

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’)

2. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pahala yang Tak Terhingga
3. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Dua Kebahagiaan
4. Bau Mulut Orang yang Bepuasa Lebih Harum di Hadapan Allah daripada Bau Misik/Kasturi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ . وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ . وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah berfirman,’Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah,’Saya sedang berpuasa’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya’. “ (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Puasa akan Memberikan Syafaat bagi Orang yang Menjalankannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

“Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, periwayatnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Mujma’ul Zawaid)

6. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pengampunan Dosa

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Bagi Orang yang Berpuasa akan Disediakan Ar Rayyan

Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama  Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Minggu, 15 Juni 2014

Kaum yang dibinasakan oleh Alloh SWA

  12 kaum yang telah dibinasakan Alloh SWA                                                                         
1:- Kaum Nabi Nuh
Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh. (Surah Al-Ankabut: 14)
2:- Kaum Nabi Hud
Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa. (Surah Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13)
3:- Kaum Nabi Salleh
Nabi Salleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Salleh diberi sebuah mukjizat seekor Onta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh onta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka. (Surah ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12)
4:- Kaum Nabi Luth
Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan yang songsang, yaitu berminat dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Banyak kali diberi peringatan, mereka tidak mahu bertaubat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah runtuhan rumah mereka sendiri. (Surah Alsyu’araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12)
5:- Kaum Nabi Syuaib
Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perniagaan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Banyak kali mereka berlindung di tempat yang teduh, perkara itu tidak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa. (Surah Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44)
Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang tanah lapang yang pohonnya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah). (Surah AlHijr: 78, Alsyu’araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14)
6:- Firaun
Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun mengaku sebagai tuhan. Dia akhirnya maut di Laut Merah dan jasadnya berjaya diselamatkan. Hingga kini masih boleh disaksikan di museum mumi di Mesir. (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92)
7:- Ashab Al-Sabt
Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah,/Elat (Palestin). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina. (Surah Al-A’raaf: 163)
8:- Ashab Al-Rass
Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Salleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib.
Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam perigi sehingga mereka dibinasakan Allah. (Surah Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12)
9:- Ashab Al-Ukhdudd
Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT. (Surah Alburuuj: 4-9)
10:- Ashab Al-Qaryah
Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras. (Surah Yaasiin: 13)
11:- Kaum Tubba’
Tubaa’ adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah empangan air. (Surah Addukhan: 37)
12:- Kaum Saba'
Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan empangan Ma’rib dengan banjir besar (Al-Arim). (Surah Saba: 15-19)

Minggu, 08 Juni 2014

Jaga 5 sebelum datangnya 5




                                         

Lima perkara yang sering dilupakan


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Rebutlah LIMA PERKARA sebelum datangnya LIMA PERKARA. Pertama: masa sihat sebelum sakit. Kedua: masa kaya sebelum datangnya masa sempit (miskin).: masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Keempat masa mudamu sebelum datang masa tua dan kelima masa hidup sebelum tiba masa mati.” (Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi).

Hadis ini adalah peringatan baginda Rasulullah SAW kepada manusia berhubung putaran hidup yang penuh Tantangan dan berisiko tinggi. Putaran waktu yang tidak akan kembali sesudah singgah dalam kehidupan kita mengikut detik-detik sejarah yang kita harungi setelah dikurniakan 24 jam untuk dikendalikan dengan bijak dan berkesan.

Allah SWT memberi peringatan bagi menegaskan kepentingan masa yang menjadi hak untuk ditunaikan agar manusia tidak leka, lalai dan mengabaikan diri sendiri.

Bagaimana kita menerobos dengan kebijaksanaan akal untuk mengendarai LIMA PERKARA sebelum LIMA PERKARA di atas? Kita dijadikan Allah SWT sebagai makhluk manusia yang cemerlang, gemilang dan terbilang dari semua jenis makhluk yang lain hanya karena manusia (Adam AS) sanggup menempatkan diri sesudah tawaran tersebut ditolak oleh makhluk-makhluk lain yaitu kedudukan yang mulia sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi.

Berbekalkan akal dan ilmu yang dikurniakan untuk meneroka, menyelidik, menggali dan memproses segala maklumat  yang di sinergikan ke dalam naluri dan pemikiran manusia sehingga kekuasaan Allah SWT terserlah bersama kecanggihan wujudnya ketamadunan bangsa, kemajuan negara dan pembangunan teknologi. Nikmat kehidupan yang di nikmati secara kronologi sejarah perkembangan manusia mengikut zaman telah memberi perubahan yang besar untuk manusia menakluki dunia dan mengangkat martabat mereka sebagai makhluk intelek.

Dalam hal yang lain pula, dinyatakan oleh Rasulullah SAW bahwa pada suatu zaman akhir nanti, akan semakin banyak manusia yang tertambat hatinya kepada kehidupan dunia seperti dalam hadis berikut:

“Akan datang kepada umatku suatu zaman, yaitu mereka cinta kepada LIMA PERKARA dan lupa kepada LIMA PERKARA yang lain yaitu Cinta kepada Dunia dan Lupa kepada Akhirat. Cinta kepada Harta dan Lupa kepada Hari Perhitungan(hari kiamat). Cinta kepada Makhluk dan Lupa kepada Khaliq. Cinta kepada Dosa dan Lupa kepada Taubat dan; Cinta kepada Mahligai dan Lupa kepada Kubur.”

Semua ini hanya akan dapat dicapai apabila kita rebut LIMA PERKARA sebelum LIMA PERKARA. Selagi nafas berkesempatan menghirup segar udara yang dibekalkan buat seketika, peluang mencapai kejayaan hidup di dunia dan akhirat terbentang luas. Berhati-hatilah dalam tiap langkah meniti kehidupan dunia yang sementara ini, sebelum rumah kata pergi, kubur kata mari.

Setiap fenomena yang berlaku di alam jagat raya ini merupakan peringatan bagi kita yang lalai dan lupa tentang betapa pentingnya lima perkara sebelum lima perkara. Rebutlah segala peluang yang ada sebelum kekesalan membungkam diri akibat selalu lalai dan leka dengan apa yang telah dicapai dalam memenuhi kehendak dan keperluan hidup ini.

Insafilah segala peristiwa yang berlaku di sekeliling kita melalui fenonema yang bukan calang-calang hebatnya seperti sebaran penyakit modern yang luar biasa sifatnya, ribut taufan yang mengguncang bumi, deruan ombak yang menggunung tinggi dan pelbagai Agenda-agenda yang mengancam perpaduan manusia dari waktu ke waktu.

Membolak balikkan dunia adalah sangat mudah bagi Allah SWT. Allah menjadi saksi atas segala sesuatu yang berlaku. Mengapa masih ada dalam kalangan kita (manusia) yang tidak mahu mengambil ikhtibar daripada setiap kejadian yang disampaikan oleh Allah SWT di sekeliling mereka melalui tanda-tanda kebesaran-Nya?

“Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di merata-rata tempat (dalam alam yang terbentang Luas ini) dan pada diri mereka sendiri, sehingga ternyata jelas kepada mereka bahwa al-Quran adalah benar. Belumkah ternyata kepada mereka kebenaran itu dan belumkah cukup (bagi mereka) Bahwa Tuhanmu mengetahui dan menyaksikan tiap-tiap sesuatu?” (Al-Fushilat: 53)

Oleh itu, mari kita insaf dan sadar diri bahwa hidup di dunia ini hanya sekali, tiada ulangan lagi, walau kehidupan abadi menanti untuk kehidupan selama-lamanya. Sesiapa yang hidup hatinya pasti akan mengutamakan bekalan jalan ke akhiratnya. Oleh itu, janganlah mensia-siakan waktu hidup di dunia untuk menuju ke alam abadi di akhirat sana. Rebutlah LIMA PERKARA sebelum datang LIMA PERKARA

Senin, 26 Mei 2014

Mengapa Alloh mengharamkan BABI

                                                                             

FAKTA ILMIAH DAN HIKMAH KENAPA BABI HARAM DIKONSUMSI

Yakinlah Apa yang diharamkan Allah pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya. seperti hikmah diharamkannya memakan daging babi

”Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An `am (6) : 145)

Inilah Video Mengapa Babi Itu "HARAM"
                                           
                                                                             

Fakta Babi Tidak Layak untuk di konsumsi :
1. Apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? Ya,karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya. Bagi orang yang beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
2. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging).
3. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada tersisa.
4. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
5. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi. Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).
6. Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Itulah Beberapa alasan Kenapa Allah S.W.T melarang kita Memakan daging Babi.Subhanallah .
Inilah Sepuluh Alasan Mengapa Islam Mengharamkan BABI :
Pertama, babi adalah container (tempat penampung) penyakit.
Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii
Kedua, daging babi empuk.
Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.
Ketiga, menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.
Keempat, Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.
Kelima, babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).
Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.
Keenam, menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.
Ketujuh, Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh.
Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.
Kedelapan, penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.
Kesembilan, Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.
Kesepuluh, DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.
Selain kesepuluh alasan diatas ternyata ada beberapa penyakit lain yang dapat disebabkan oleh babi seperti kholera babi (penyakit menular berba-haya yang disebabkan bakteri), keguguran nanah (disebabkan bakteri prosilia babi), kulit kemerahan yang ganas (mematikan) dan menahun, Penyakit pengelupasan kulit, dan Benalu Askaris, yang berbahaya bagi manusia

Kamis, 22 Mei 2014

Berbakti pada Orang tua Tunaikan kewajiban

                                                                            

Islam telah mendidik dan menyeru umatnya menghormati dan berbuat baik kepada ibu bapa sepanjang hayat mereka. Ini karena begitu besar jasa dan pengorbanan mereka semenjak kita dilahirkan sehingga menjadi anak yang soleh dan solehah.
Sesungguhnya baginda Nabi SAW telah menjelaskan sejelas-jelasnya kedudukan ibu dalam hadits ketika baginda ditanya tentang siapakah yang lebih berhak untuk berbuat baik dan didampingi. Maka baginda s.a.w menjawab: “Ibu kamu”. Kandungan hadits ini menjelaskan ibu itu tiga kali lebih diutamakan dari seorang ayah dalam berbuat kebajikan.
hal ini karena pelbagai dugaan mahupun tantangan terpaksa ditempuhi sepanjang masa ketika hamil, kemudian tatkala melahirkannya, sewaktu menyusukan anaknya seperti yang digambarkan dalam firman Allah s.w.t: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah.  Sedang tempoh mengandungnya beserta dengan tempoh menyapih susuanya ialah dalam masa tiga puluh bulan. (Ahqaf: 15)
Ibu merupakan seorang insan yang telah mengandungkan kita selama sembilan bulan dan sanggup bertarung nyawa  melahirkan kita di muka bumi ini. manakala seorang bapa bekerja keras siang dan malam mencari rezeki semata-mata untuk menjaga dan memenuhi keperluan seorang anak. Mereka sanggup mengorbankan kepentingan diri dan menghadapi pelbagai tantangan demi masa depan anak-anak. Oleh yang demikian, menjadi kewajiban dan tanggungjawab seorang anak untuk menjaga dan memelihara kedua orang tua dan berdosa besar  bagi anak-anak yang melupakan dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada ibu bapa.
Allah SWT telah berfirman yang bermaksud: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya, apabila salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu.” (surah al-isra’ ayat 23)
Sudah jelas tertulis di dalam al-Quran bahwa anak-anak wajib berbuat baik kepada orang tua dan dilarang sama sekali meninggikan suara atau menengking ibu bapa walaupun hanya menyebut perkataan ‘uhh’ ataupun ‘ah’.
Dalam pada itu juga, sebagai seorang anak tidak sepatutnya mereka menghantar ibu bapa yang telah lanjut usia ke pantai jompo atau rumah badan kebajikan. Anak-anak hendaklah menjaga sendiri keperluan ibu bapa dan tidak menjadikan ibu bapa mereka sebagai beban. Ibu bapa amat memerlukan layanan, perhatian dan belaian kasih sayang dari anak-anak sebagaimana anak-anak memerlukan kasih sayang semasa masih kecil.
Berkata Ka’ab al-Akhbar r.a: “Sesungguhnya Allah SWA menyegerakan kebinasaan seseorang hamba apabila dia mendurhakai kedua ibu ayahnya, disegerakan baginya azab. Dan Allah akan menambah usia (memanjangkan usia) seorang lelaki apabila dia berbuat baik kepada kedua ibu ayahnya untuk dia menambahkan kebaikan dan kebajikan. Dan di antara kebaikan kepada keduanya ialah dengan kita menghulurkan nafkah apabila diperlukan oleh mereka berdua”..
Ingatlah wahai orang mukmin sekalian, kejayaan serta kesuksesan kita pada hari ini adalah atas keberkahan doa ibu bapa. Kesuksesan di dunia hanyalah sementara dan tidak akan menjamin kehidupan kita di akherat kelak. Maka berbaktilah kepada ibu bapa selagi mereka masih bernyawa dan Mohonlah kemaafan dari mereka sebelum terlambat karena penyesalan nanti hanya akan menjadi sia-sia.(Menyesal kemudian tiada arti)
N/B :- Jadilah anak yang berbakti kepada kedua Orang tua kita agar kita senantiasa hidup Bahagia di dunia maupun di akherat... Allohumma Aamiin..

Jumat, 16 Mei 2014

Siksa Kubur ternyata Realitas

                                                                            

       Kisah Nyata : Siksa Kubur itu emang ada


وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta“. (Qs At-Tahaa :124)
وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلآئِكَةُ بَاسِطُواْ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُواْ أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS. Al An’am: 93).
Sebenarnya Hadits telah menceritakan bahwa memang ada siksa kubur, cuma kita tidak pernah tahu kejadian setelah mati. 
Di photo diatas ini adalah mayat seorang pemuda berusia 18 tahun yang digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan
oleh ayahnya.

Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit di Oman dan setelah di mandikan di makamkan secara islam di hari itu juga Tetapi setelah
pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk di identifikasi kebenaran penyebab kematianya.

Seluruh kerabat dan teman – temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat . Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam. 

Dia berubah tampak ke abu – abuan seperti orang yang sudah tua . Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan
dengan tulang – tulang kaki dan tangan

Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memerlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputus-asaan. Darah yang
begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Berdasarkan keterangan ayahnya, anaknya ini rusak dalam urusan beribadah. 
Sayangnya informasi ini justru Ane belum dapat secara
detail, se rusak apakah anak ini dalam urusan ibadah, bila anda memilikinya, Ane merasa amat senang bila Ane mendapatkan masukan dari anda.

Kalau dilihat lihat, ketampanan atau kecantikan sudah tidak menjadi hal yg utama lagi di saat kita sudah di alam kubur, harta,
kekuasaan juga tidak dapat menolong kita menghadapi siksa kubur, Hanyalah amalan kitalah yang dapat memberikan manfaat saat
kita di alam kubur nanti … 

Tentunya amalan yg sesuai perintah Alloh serta Rosulnya dan sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadits ..

Semoga Artikel ini bisa menambah keimanan serta bermanfaat buat kita bersama ..Aamin ..Aamiin ..Ya robbal Alamin

Senin, 12 Mei 2014

Orang MISKIN Sombong lagi

                                                                           


Assalamu alaikum pak Haji, Saya pernah terdengar bahwa orang kaya dilarang bersifat sombong. Malah orang kaya yang sombong, ibarat Qarun yang dilaknati Allah SWT. Namun, di tempat tinggal saya, ada juga kedapatan orang miskin yang merupakan asnaf zakat tetapi mereka juga sombong. Contohnya, mereka enggan bergaul dengan masyarakat, malah sukar ke masjid atau menghadiri program-program kemasyarakatan serta bersifat mementingkan diri sendiri. Apakah yang perlu kita lakukan untuk menyadarkan mereka?

Jawaban :
Wa'alaikum slm wr wb..Terima kasih karena mahu mengemukakan persoalan seperti ini, yang Ane yakin ia bukanlah fenomena setempat, malah ada di mana-mana. Ini karena, sewaktu menghadiri Undangan pihak masjid dan komunitas, sering juga terdengar rungutan masyarakat mengenai sikap segelintir asnaf zakat, khususnya dalam kalangan fakir dan miskin yang tidak mahu memesrai komunitasnya.

Hakikatnya, di dalam Islam perbuatan menyombongkan diri bukanlah sesuatu yang diizinkan oleh Allah SWT. Jika kita rajin membuka al-Quran, kita pasti akan terjumpa kisah keangkuhan dan kesombongan yang dipamerkan oleh iblis, sehingga melayakkan dia akhirnya dimurkai dan dihumban ke dalam neraka Allah.

Allah SWT berfirman :      قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ  

Apakah penghalang yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu? Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan aku daripada api sedang dia, Engkau jadikan daripada tanah. Allah berfirman: Turunlah engkau dari syurga ini, kerana tidak patut engkau berlaku sombong di dalamnya; oleh sebab itu keluarlah, sesungguhnya engkau daripada golongan yang hina. (al-A’raff: 12-13)

Sungguh, kesombongan adalah pakaian ahli neraka, justru orang yang memberikan hartanya sebagai sedekah sekali pun, namun jika diiringi dengan kesombongan, maka pahala amalnya akan menjadi kosong.

Firman Allah SWT lagi: Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riak kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. 
Dan Firman Alloh :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْداً لاَّ يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَWahai orang-orang yang beriman! Jangan rusakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti, seperti (rusaknya pahala amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya karena ingin menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan ia pula tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah seperti batu licin yang ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin (tidak bertanah lagi). (Demikianlah juga halnya orang-orang yang kafir dan riak itu) mereka tidak akan mendapat sesuatu (pahala) pun dari apa yang mereka usahakan. Dan (ingatlah), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir..(al-Baqarah: 264)

Jika seorang yang kaya, berkuasa dan terhormat pun dicegah daripada bersifat dengan Riak dan kesombongan, maka apatah lagi bagi orang miskin yang tidak mempunyai harta, tiada pangkat kebesaran dan kedudukan yang tinggi, maka pastilah menjadi suatu kejelekan jika mereka pula bersifat sombong. Ibarat kata pepatah, ‘lonjak sebagai labu dibenam’ dan ‘cacing maahu menjadi naga’, maka pastilah mustahillah jadinya.