Pages

Jumat, 27 Maret 2015

Memang benar lidah tak bertulang.Namun ...


Tiada kalam tanpanya,
Tiada rasa tanpa kewujudannya,
Diciptakan ia banyak hikmahnya,
Sungguh Maha Bijaksana yang menciptakannya
Terkandung kebaikan dan keburukan darinya,
Puji, syukur, zikrullah, istighfar
itulah kebaikannya,
Urnpat, fitnah, adu domba, kata nista
antara keburukannya,
Lebih banyak keburukan yang ada padanya,
Namun, seberapa manakah kita mampu
mengawalnya?
Andaikata lidah diberi hak untuk
berkata di akhirat sana,
Alangkah parahnya kita menerima
balasan dariNya,
Nau’zubillah kita mohon dariNya,
Semuanya itu terpulang kepada kita,
Sama ada untuk memberatkan timbangan
pahala lidah atau sebaliknya,
Karena banyak kalamullah dan sabda nabi yang
bisa mengajarkan kita,
Mengenai bahayanya lidah, dosa dan pahalanya,
Apakah kita tidak menghiraukannya?
Sesungguhnya memang benar lidah
itu tiada tulangnya,
Terlalu lembut untuk mengata nista,
mengadu domba,
Serta memfitnah sesama saudara,
Memang manusia mudah lupa dengan
firmanNya,
Justeru,jadikanlah akal kita sebagai tulangnya
Dan sebagai ‘penapis’ kata-kata kita,
Supaya kita tidak terpesong dari
tujuan penciptaanNya,
Apakah kita sudah lupa?
Ada yang pandai berkata-kata,
Ada yang pandai berdiam diri saja,
Tidak kurang juga lidahnya
Senantiasa basah karena
Banyak berdzikir pada Allah Taala,
Namun, sadarkah kita,
Banyak berkata-kata mungkin banyak silapnya,
Kalam yang banyak silapnya,
maka banyaklah pula dosa,
Barangsiapa banyak dosanya,
maka nerakalah tempatnya,
Nabi juga telah berpesan kepada kita :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر قليقل خيرا أو ليصمت

Bukanlah tulisan ini untuk menghantam sesiapa,
Cuma tujuanku satu saja,
Untuk memberi peringatan kepada kalian semua
Bukankah Khaliq kita telah 
berfirman dalam Kitab suciNya,
((Berilah peringatan, sesungguhnya dengan
mernberi peringatan itu memberi manfaat
kepada orang yang beriman))
Oleh itu, jagalah bahasa kata kita,
Jangan disalah guna.
Renungkanlah.

Jumat, 20 Maret 2015

Istri Sholehah tapi Suami Malas Sholat.

                                                      



Ini Yang Harus Istri Lakukan Jika Suami Tidak Salat
Tentu amat memprihatinkan jika memiliki pasangan hidup yang malas shalat, jarang shalat, atau bahkan tak mau salat.
Apabila istri yang demikian, sudah pasti suamilah yang bertanggungjawab untuk memimpin istri agar mau melaksanakan salat. Akan tetapi bagaimana jika suami yang tidak mau salat?
Berikut ini beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan oleh istri tanpa rasa lelah dan jemu, karena bagaimana pun, batas antara seorang muslim dengan kekafiran adalah mengerjakan shalat.
“Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu‘anhuma)
“Amal yang akan dihisab pertama kali dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, baik pula seluruh amalnya. Jika buruk shalatnya, buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)
3 hal yang harus istri lakukan jika suami tidak shalat:
1. Menasehatinya secara langsung ataupun tidak langsung
Suami adalah pemimpin, mungkin akan gengsi jika dinasehati terang-terangan oleh istri. Oleh karena itu istri perlu pintar-pintar ‘merayu’ agar suami mau shalat.
“Mas, shalat doong bareng aku!”
Untuk pengantin baru, bisa dengan mengatakan, “Aku dari dulu pengen banget shalat jamaah sama suami tiap hari!”
Atau, bisa juga dengan menunjukkan buku tentang pentingnya shalat, ayat dan hadits mengenai shalat, dan meminta suami membacanya.
2. Pertemukan suami dengan pengajian/ guru ngaji yang bijak dan mampu membimbing
Minta bantuan saudara dan teman untuk mempengaruhi suami agar memahami agama dan menyadari pentingnya kedudukan shalat dalam Islam. Bahkan tanpa shalat, seseorang bisa dianggap tidak memiliki bagian apapun dalam agama ini.
Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“

3. Doakan suami tiap sujud dalam shalat dan kapan pun di mana pun
Hati itu milik Allah, hanya Allah yang berhak memberikan hidayah, sedangkan ranah kita hanyalah ikhtiar sebaik-baiknya.
Salah satu senjata yang harus dioptimalkan adalah dengan doa. Insya Allah dengan kesungguhan doa istri, sesuatu yang awalnya terlihat tidak mungkin, akan menjadi mungkin.
Sebagai istri perlu untuk mempertebal keyakinan bahwa suami kita dapat berubah, percaya dan yakin 100% bahwa suatu saat nanti suami kita akan mengerjakan shalat 5 waktu dan menjadi imam yang baik untuk istri dan anak-anak.
Al Hasan mengatakan, “Iman bukanlah hanya dengan angan-angan (tanpa ada amalan). Namun iman adalah sesuatu yang menancap dalam hati dan dibenarkan dengan amal perbuatan.“ (LihatAsh Sholah, 35-36).

Jumat, 06 Maret 2015

" Kutbah Iblis di Hari Akhir "

                                                           
Bahkan khutbah Iblis ini adalah khutbah yang paling menyentuh hati.
Iblis telah berjanji bahwa ia akan menyesatkan manusia hingga akhir zaman nanti. Iblis adalah makluk Allah yang terlaknat, ia telah dikutuk oleh Allah hingga hari pembalasan nanti karena ia mengingkari perintah Allah.

Iblis meminta kepada Allah agar ia diizinkan untuk menggoda manusia dan menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Sehingga nanti di akhirat ia memiliki teman untuk ditempatkan di dalam neraka.

Di hari akhirat kelak, iblis akan berkhutbah kepada para pengikutnya. Bahkan khutbah iblis ini adalah kutbah yang paling menyentuh hati. Bagaimana khutbah iblis di hari hari pembalasan nanti di depan para pengikutnya? Allah telah menunjukkannya kepada kita di dalam Alquran:

"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri.

Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." [QS. Ibrahim ayat 22]

"Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam". [QS. Ibrahim ayat 23]

Itulah khutbah iblis di akhirat kelak. Iblis akan berkata kepada para pengikutnya bahwa ia tidak dapat menolong pengikutnya. Bahkan iblis tidak mau dicerca.

Beruntunglah bagi yang membaca Alquran, karena didalamnya Allah telah memberitahu kita tentang apa yang akan iblis katakan di akhirat nanti. Oleh sebab itu, marilah kita mendekatkan diri kepada Allah agar kita tidak terjebak dalam tipu daya iblis. Dan semoga Allah selalu melindungi kita dari hasutan iblis Laknatulloh.

Jumat, 27 Februari 2015

Inilah Golongan Ahli "NERAKA"

                                                                               

11 GOLONGAN AHLI NERAKA SATU GOLONGAN AHLI SYURGA

Firman Allah swt dalam surah al-Naba ayat 18:-
A018
“Yaitu… hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.”
Adalah diriwayatkan bahwa ayat yang tersebut diatas pernah ditanyakan oleh Saidina Muaz bin Jabal, katanya,
“Ya Rasulullah, apa maksudnya ayat ini?” Maka Rasulullah saw menangis sebelum menjawab soalan tersebut karena inilah yang selalu dibimbangkan oleh baginda. Lalu baginda menjawab:
“Ya Muaz, umatku kelak apabila bangkit dari kubur akan menjadi 12 golongan. Sebanyak 11 golongan akan memasuki neraka dan hanya 1 golongan saja yang akan memasuki syurga. Adapun 11 golongan yang memasuki neraka adalah seperti berikut:-
 1.Mereka yang tidak mempunyai kaki dan tangan. Ini adalah karena mereka suka menyakiti hati jiran tetangga.
 2.Mereka yang menyerupai babi. Ini adalah balasan bagi orang yang suka melengah-lengahkan solat- lima waktu.
 3.Mereka yang perutnya besar seperti gunung dan dipenuhi dengan ular dan kalajengking. Inilah balasan bagi mereka yang enggan mengeluarkan zakat.
 4.Mereka yang keluar darah dari mulutnya. Inilah balasan mereka yang suka berdusta.
 5.Mereka yang berbau busuk seluruh badannya. Ini adalah balasan mereka yang mengaut keuntungan dalam jual beli atas penipuan.
 6.Mereka yang dicincang-cincang pada tengkuk dan bahu. Ini adalah balasan mereka yang menyaksikan suka maksiat atau berbuat jahat.
 7.Mereka yang keluar dengan tidak berlidah dan keluar nanah dan darah dari mulut. Ini balasan mereka yang tidak mahu menyaksikan kebenaran.
 8.Mereka yang keluar dalam keadaan terbalik yaitu kepala dibawah dan kakinya keatas. Ini adalah balasan mereka yang berzina serta mati sebelum bertaubat.
 9.Mereka yang berwajah hitam, bermata biru dan perutnya penuh api. Ini balasan mereka yang memakan harta anak yatim secara zalim.
 10.Mereka yang kulitnya penuh kudis dan penyakit2 lain yang menjijikan. Ini adalah balasan mereka yang berani melawan kedua orang Tuanya.
 11.Meraka yang buta matanya dan hatinya, giginya seperti tanduk, bibirnya berjuntai hingga keperut, dari perut dan pahanya keluar kotoran. Ini adalah balasan mereka yang suka minum- minuman keras.

Dan satu golongan yang masuk ke syurga ialah:

 1.Mereka yang wajahnya bagaikan bulan purnama, berjalan di atas jembatan sirotol Mustaqim cepat seperti kilat. Ini balasan orang yang beramal soleh dan menjauhi maksiat serta mendirikan solat lima waktu dan mati dalam keadaan bertaubat.
Semoga kita bukanlah tergolong dalam 11 golongan ini,sama-sama kita kearah golongan yang mana berjalan di atas jembatan  sirotol Mustaqim cepat seperti kilat..Allohumma Aamiin.

Jumat, 13 Februari 2015

Akibat ZINA di HALALkan (di legalkan)

                                                                                        


Sering juga kita dengar seorang gadis yang hamil di luar nikah. Kita akan melihat ayah dan ibunya sangat
bingung dan malu. Namun, ketika ada seseorang yang siap menikahinya maka hilanglah kesedihan dan rasa malu. Bahkan tidak sedikit yang memeriahkan pesta pernikahan anaknya yang sudah mulai terlihat besar perutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebingungan dan rasa malu mereka bukan karena anak gadisnya melakukan zina, tapi karena anaknya hamil dan belum ada yang siap menjadi ayahnya. Na'udzu billah min dzalik!

Tersebarnya zina terdukung oleh faktor pemicunya yang tersebar bebas di masyarakat seperti majalah dan film parno, televisi dengan tayangan yang vulgar, sinetron umbar aurat, film layar lebar yang sering dengan bumbu aksi-aksi mesum, dan pertunjukan pornoaksi dalam bungkus hiburan musik, dan media-media lainnya.
Tersebarnya zina dengan seperangkat sarana-sarana pendukungnya merupakan isyarat bahwa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Berikut ini beberapa keterangan hadits yang membenarkan kesimpulan di atas:
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qatadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadits yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Anas mengatakan,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

"Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna "merebaknya perzinahan" adalah zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina. (Disarikan dari Fathul Baari)

Makna "merebaknya perzinahan" : zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina.
Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, "Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya."
Dalam hadist Aisyah radliyallah 'anha, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”
Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.
Imam al Qurthubi dalam kitabnya al-Mufhim Limaa Asykala min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas, mengatakan:
"Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini." (Fathul Baari: 1/179)

Kalau hal ini telah terjadi pada zaman imam al Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan terhadap dien dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia.

. . . maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat . .
Zina Dianggap Halal
Pada akhir zaman banyak orang tidak malu-malu lagi melakukan zina. Zina tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan memalukan. Hal ini dikarenakan banyaknya tontonan zina dan banyaknya orang yang berzina. Sehingga ketika seorang laki-laki ketahuan berzina terasa tidak ada beban asal bertanggungjawab mau menikahi wanita zinanya. Wal 'iyadl Billah!
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy'ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

"Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik." (HR. Bukhari)

Makna yastahilluuna (menghalalkan), menurut Ibnul 'Arabi adalah mereka meyakininya sebagai sesuatu yang halal, sehingga mereka terus-menerus melakukannya tanpa beban, seolah-olah menikmati sesuatu yang halal. (Disarikan dari ucapan Ibnul 'arabi dari Fathul Baari: 16/61 dari Maktabah Syamilah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, "alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini." (HR. Abu Ya'la. Al Haitsami berkata, "perawi-perawinya shahih." Lihat Majmu' Zawaid: 7/331)

Dan pada akhri zaman, setelah lenyapnya kaum muslimin, tinggallah orang yang jelek yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Diriwayatkan dari al-Nawwas radliyallah 'anhu:

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (HR. Muslim)
Gambaran semacam ini sudah nampak di negeri kita, sebagaimana yang dilakukan para pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di beberapa tempat keramaian atau taman kota, dan juga yang terjadi di pinggir-pinggir pantai, tempat wisata. Tapi, jika dibandingkan di Barat mungkin belum lah separah di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan yang di Barat pun akan terjadi di sini, sebagaimana fenomena akhir-akhir ini terjadi, sebagian orang sudah berani merekam perbuatan bejatnya bersama wanita zinanya. Maka mungkin saja, zina di jalan-jalan dapat terjadi.

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (al hadits)
Dari Abdullah bin Umar radliyallah 'anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang bersetubuh di jalan-jalan seperti layaknya keledai.” Aku (Ibnu ‘Umar) berkata, “Apa betul ini terjadi?”. Beliau lantas menjawab, “Iya, ini sungguh akan terjadi.”

Fenomena zina di akhri zaman, boleh jadi lebih para daripada yang terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan. Bahkan, orang yang melarang zina dianggap melanggar HAM.(Sungguh aneh bin ajaib bukan? )

Ibnu Abbas radliyallah 'anhuma berkata: "Mereka pada masa jahiliyah memandang zina yang lakukan dengan sembunyi-sembunyi tidaklah mengapa. Namun, mereka memandang buruk zina yang dilakukan dengan terang-terangan. Lalu Allah mengharamkan zina yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan." (Dinukil dari Fathul Baari)

Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan.
Semoga mereka yang sudah terjerumus ke dalam kubangan haram segera kembali ke jalan yang benar. Meninggalkan segala bentuk keharaman dan mencari yang halal. Dan semoga Allah meneguhkan keimanan umat ini dari berbagai fitnah zaman yang menghawatirkan. Ya Allah, Tunjuki kami kepada kebenaran dan berilah kekuatan untuk mengikutinya. Dan palingkan kami dari kebatilan dan anugerahkan kami kekuatan untuk menjauhinya. Amin Ya Mujiibbas Sailiin!!

Minggu, 01 Februari 2015

12 Golongan yg didoakan "MALAIKAT"

                                                                       

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan "aamiin" ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)
6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata; "aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan."
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)".
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah".
(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
" Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh."
(HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."
(HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahily)

Minggu, 25 Januari 2015

Makam Sederhana Malik Abdullah Raja Saudi

                                                                                       
 
                                                                                      

                                                                                     

                                                                                         
     
Tak ada yang istimewa dari kuburan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz yang wafat di usia 90 tahun pada Jumat (23/1/2015). Pemerintah Saudi memakamkan Abdullah di pemakaman Al Oud, Riyadh, tanpa nisan bertanda.

Sesuai dengan tradisi muslim, jenazah Abdullah dimandikan dan langsung dikafani kain putih sederhana. Sejumlah kerabat membawanya dengan ambulans untuk disholatkan di Masjid Imam Turki Bin Abdullah di kota Riyadh, sebelum dimakamkan.

Salat jenazah langsung dipimpin Raja Salman dan dihadiri sejumlah kepala negara muslim dan tokoh senior lainnya. Termasuk Presiden Mesir Abdel Fatteh al-Sisi, sekutu terdekat Abdullah setelah pemberontakan musim semi Arab.

Pada Sabtu, sejumlah tokoh non-muslim akan mengunjungi untuk memberikan penghormatan kepada raja baru dan putra mahkota dan anggota lain dari dinasti al-Saud.

Seperti raja-raja Saudi sebelumnya yang sudah meninggal, pemerintah tidak mengeluarkan masa berkabung dan mengibarkan bendera satu tiang penuh. Meski demikian, di media sosial banyak yang merasa kehilangan atas meninggalnya Raja Abdullah.