Pages

Jumat, 01 November 2013

Dua Nikmat Yg selalu diabaikan

                                                                          
                                                                           
Allah menciptakan manusia di atas muka bumi ini adalah dengan tujuan untuk beribadat dan mengabdikan diri kepada-Nya, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Seperti mana yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam al-Quran :

وَمَاخَلَقْتُالْجِنَّوَالإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Tidaklah Aku menciptakan manusia dan jin itu melainkan untuk beribadah kepada-Ku"
(Surah Az-Zariyat 51:56)

Bagi membolehkan manusia melakukan tujuan tersebut dengan baik, maka Allah SWT telah mengurniakan manusia berbagai nikmat yang tidak terhitung banyaknya, bermula dari masa kelahiran kita hinggalah ke saat ajal menjelang. Dengan nikmat yang dikurniakan itulah manusia dapat menjalankan tujuan sebenar penciptaan mereka, iaitu untuk beribadah kepada Allah. 

Tapi, malangnya nikmat yang banyak yang dikurniakan Allah itu seringkali dilupakan dan disalahgunakan oleh manusia. Sering kali dengan nikmat yang dikurniakan itu, manusia melakukan kekufuran terhadap Allah. Amat sedikit sekali yang bersyukur dengan nikmat-nikmat Allah itu. Firman Allah SWT :

"Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur." (Surah Al-Mu'minun, ayat 78)

Sabda Rasulullah SAW :
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Daripada Ibn Abbas RA berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : "ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia sering lupa dan lalai, iaitu nikmat sihat dan nikmat masa lapang.(HR. Bukhari no 6412 dari Ibnu Abbas)

2 nikmat yang sering dilupakan

Dalam hadis di atas, telah dinyatakan kepada kita bahawa nikmat sihat dan nikmat masa lapang adalah dua nikmat yang manusia sering lupa dan leka daripadanya. Bagaimana dua nikmat ini sering dilupakan?

  1. Nikmat sehat

Nikmat sehat adalah satu nikmat yang sangat-sangat bernilai dalam kehidupan manusia. Malah, mungkin nikmat yang paling berharga setelah nikmat Iman dan nikmat Islam. Dengan nikmat sehat, manusia dapat melakukan pelbagai aktivitas dan dapat hidup dengan sempurna.

Coba bayangkan, seorang yang kaya raya tetapi sakit, mempunyai rumah besar dan selesa tetapi kehidupannya asyik menderita karena sakit yang dihadapi, dihidangkan pula kepadanya makanan dengan lauk pauk yang enak dan lazat tetapi dia sendiri tidak dapat merasainya karena boleh memudaratkan. Adakah kemewahan yang dimilikinya itu memberi makna lagi kepada kehidupannya? Tidak sama sekali. Kemewahannya itu tidak memberi apa-apa makna kepada kehidupannya. Malah, dia mungkin merasakan seolah-olah tidak pernah mengecapi apa-apa kemewahan pun dalam kehidupannya disebabkan satu nikmat yang kurang daripada hidupnya, yaitu nikmat sehat.

Hal ini menunjukkan betapa bernilainya nikmat sehat kepada kehidupan manusia. Tanpa nikmat sehat, seolah-olah dunia ini gelap bagi manusia.

Allah telah mengurniakan manusia dengan nikmat sehat dengan tujuan agar manusia dapat memanfaatkannya untuk beribadat kepada-Nya sesempurna mungkin. Tetapi malangnya, ada juga manusia yang pada waktu sehatnya tidak pula ia menggunakan nikmat sehat itu dengan memperbanyakkan beribadat kepada Allah. Malah, digunakan pula nikmat itu untuk melakukan maksiat kepada Allah. Ini merupakan antara bentuk bagaimana nikmat sehat dilalaikan. Apabila waktu sakit, barulah mereka kembali mengingati Allah.

Sepertimana yang telah dijelaskan, nikmat sehat merupakan nikmat yang sangat berharga dalam kehidupan manusia. Sepatutnya, apabila kita mendapat sesuatu yang bernilai dan sangat dicintai, menjadi lumrah manusia akan turut menghargai dan berterima kasih kepada sang pemberi. Begitu juga dengan nikmat sehat, ia merupakan nikmat yang sangat dicintai oleh semua manusia. Jadi, apabila kita dikurniakan nikmat sehat, sewajarnya kita berterima kasih dan bersyukur atas nikmat yang dikurniakan itu. Apabila tidak bersyukur, itulah namanya kufur nikmat. Tidak menghargai pemberian agung dari Allah SWT.

Bagaimana bersyukur dengan nikmat sehat?

Tujuan asal penciptaan manusia adalah untuk beribadat kepada Allah. Bersyukur dengan nikmat sehat boleh dilaksanakan dengan memperbanyakkan ibadat kepada Allah sementara kemampuan masih ada. Apabila tiba waktu sakit, manusia mungkin tidak lagi mampu untuk beribadat dengan sesempurna mungkin. Jadi, pada waktu sehat lah waktu yang baik untuk melahirkan rasa kesyukuran kita kepada Allah atas nikmat yang dikurniakan.


  1. Nikmat waktu lapang(sempat)

Nikmat masa lapang merupakan antara berbagai-bagai nikmat yang telah dikurniakan Allah kepada manusia. Perkara ini memang benar. Coba kita imbas kembali masa yang telah berlalu. Kadang-kadang, ada waktu yang kita merasakan sangat-sangat sempit disebabkan bebanan kerja yang bertimbun. Pada waktu ini, masa kita sangat terbatas.Waktu kita hanya ditumpukan kepada kerja yang dibebankan itu. Sampaikan kita tidak ada waktu untuk berhibur, waktu untuk beribadat pun menjadi semakin sempit. Tetapi, di waktu yang lain pula, kita merasakan sangat-sangat lapang, karena bebas daripada apa-apa kerja, bebas daripada apa-apa pertanggungjawaban dunia. Waktu lapang inilah nikmat yang dikurniakan Allah kepada kita untuk kita manfaatkan dengan sebaiknya.

Dalam hadis yang lalu, telah dinyatakan bahwa nikmat masa lapang adalah antara nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia. Bagaimana nikmat ini dilalaikan?

Berbagai-bagai perkara yang boleh melalaikan kita daripada nikmat waktu lapang. Boleh jadi waktu lapang kita dilalaikan dengan nongkrong, tanpa ada perkara-perkara yang berfaedah yang diisi padanya. Bermacam-macam perkara yang memungkinkan kita melalaikan nikmat waktu lapang yang dikurniakan Allah. Tetapi, yang lebih penting untuk ditekankan, bagaimana menjadikan waktu lapang kita terisi dengan baik dan tidak terbuang dengan sia-sia. Dan juga bagaimana caranya untuk kita bersyukur dengan nikmat waktu lapang ini.

Menjadikan waktu lapang terisi dengan baik juga merupakan cara kesyukuran kita pada Allah terhadap nikmat masa lapang ini. Waktu lapang kita sepatutnya diisi dengan perkara-perkara yang boleh mendekatkan lagi diri kita kepada Allah SWT. Isikan masa lapang kita dengan berbincang perkara-perkara ilmu, hadirkan diri ke majlis-majlis ilmu. Dan, perbanyakkanlah ibadat kita pada ketika waktu lapang ini, karena peluang untuk memperbanyakkan ibadat ini tidak akan kita dapati pada waktu di mana kita sibuk dengan pelbagai urusan.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulannya, ingin Ane sampaikan kata-kata daripada Ibn Al-Jauzi :

"Sesungguhnya dunia itu ladang bagi akhirat, dan padanya perniagaan yang keuntungannya akan menuai ketika di akhirat, barangsiapa yang menggunakan waktu lapangnya dan kesehatannya pada ketaatan kepada Allah maka dia orang yang bernasib baik, dan barangsiapa yang menggunakannya (waktu lapang dan kesehatan) pada kemaksiatan kepada Allah maka dia orang yang tertipu."

Dan, cukuplah kata-kata di atas sebagai pembakar semangat dan pendorong buat kita semua dalam memanfaatkan nikmat-nikmat Allah dan menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah, dan seterusnya mencapai kejayaan di hari akhirat kelak. Aamin ..Aamin ..InsyAllah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar