Pages

Minggu, 08 Juni 2014

Jaga 5 sebelum datangnya 5




                                         

Lima perkara yang sering dilupakan


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Rebutlah LIMA PERKARA sebelum datangnya LIMA PERKARA. Pertama: masa sihat sebelum sakit. Kedua: masa kaya sebelum datangnya masa sempit (miskin).: masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Keempat masa mudamu sebelum datang masa tua dan kelima masa hidup sebelum tiba masa mati.” (Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi).

Hadis ini adalah peringatan baginda Rasulullah SAW kepada manusia berhubung putaran hidup yang penuh Tantangan dan berisiko tinggi. Putaran waktu yang tidak akan kembali sesudah singgah dalam kehidupan kita mengikut detik-detik sejarah yang kita harungi setelah dikurniakan 24 jam untuk dikendalikan dengan bijak dan berkesan.

Allah SWT memberi peringatan bagi menegaskan kepentingan masa yang menjadi hak untuk ditunaikan agar manusia tidak leka, lalai dan mengabaikan diri sendiri.

Bagaimana kita menerobos dengan kebijaksanaan akal untuk mengendarai LIMA PERKARA sebelum LIMA PERKARA di atas? Kita dijadikan Allah SWT sebagai makhluk manusia yang cemerlang, gemilang dan terbilang dari semua jenis makhluk yang lain hanya karena manusia (Adam AS) sanggup menempatkan diri sesudah tawaran tersebut ditolak oleh makhluk-makhluk lain yaitu kedudukan yang mulia sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi.

Berbekalkan akal dan ilmu yang dikurniakan untuk meneroka, menyelidik, menggali dan memproses segala maklumat  yang di sinergikan ke dalam naluri dan pemikiran manusia sehingga kekuasaan Allah SWT terserlah bersama kecanggihan wujudnya ketamadunan bangsa, kemajuan negara dan pembangunan teknologi. Nikmat kehidupan yang di nikmati secara kronologi sejarah perkembangan manusia mengikut zaman telah memberi perubahan yang besar untuk manusia menakluki dunia dan mengangkat martabat mereka sebagai makhluk intelek.

Dalam hal yang lain pula, dinyatakan oleh Rasulullah SAW bahwa pada suatu zaman akhir nanti, akan semakin banyak manusia yang tertambat hatinya kepada kehidupan dunia seperti dalam hadis berikut:

“Akan datang kepada umatku suatu zaman, yaitu mereka cinta kepada LIMA PERKARA dan lupa kepada LIMA PERKARA yang lain yaitu Cinta kepada Dunia dan Lupa kepada Akhirat. Cinta kepada Harta dan Lupa kepada Hari Perhitungan(hari kiamat). Cinta kepada Makhluk dan Lupa kepada Khaliq. Cinta kepada Dosa dan Lupa kepada Taubat dan; Cinta kepada Mahligai dan Lupa kepada Kubur.”

Semua ini hanya akan dapat dicapai apabila kita rebut LIMA PERKARA sebelum LIMA PERKARA. Selagi nafas berkesempatan menghirup segar udara yang dibekalkan buat seketika, peluang mencapai kejayaan hidup di dunia dan akhirat terbentang luas. Berhati-hatilah dalam tiap langkah meniti kehidupan dunia yang sementara ini, sebelum rumah kata pergi, kubur kata mari.

Setiap fenomena yang berlaku di alam jagat raya ini merupakan peringatan bagi kita yang lalai dan lupa tentang betapa pentingnya lima perkara sebelum lima perkara. Rebutlah segala peluang yang ada sebelum kekesalan membungkam diri akibat selalu lalai dan leka dengan apa yang telah dicapai dalam memenuhi kehendak dan keperluan hidup ini.

Insafilah segala peristiwa yang berlaku di sekeliling kita melalui fenonema yang bukan calang-calang hebatnya seperti sebaran penyakit modern yang luar biasa sifatnya, ribut taufan yang mengguncang bumi, deruan ombak yang menggunung tinggi dan pelbagai Agenda-agenda yang mengancam perpaduan manusia dari waktu ke waktu.

Membolak balikkan dunia adalah sangat mudah bagi Allah SWT. Allah menjadi saksi atas segala sesuatu yang berlaku. Mengapa masih ada dalam kalangan kita (manusia) yang tidak mahu mengambil ikhtibar daripada setiap kejadian yang disampaikan oleh Allah SWT di sekeliling mereka melalui tanda-tanda kebesaran-Nya?

“Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di merata-rata tempat (dalam alam yang terbentang Luas ini) dan pada diri mereka sendiri, sehingga ternyata jelas kepada mereka bahwa al-Quran adalah benar. Belumkah ternyata kepada mereka kebenaran itu dan belumkah cukup (bagi mereka) Bahwa Tuhanmu mengetahui dan menyaksikan tiap-tiap sesuatu?” (Al-Fushilat: 53)

Oleh itu, mari kita insaf dan sadar diri bahwa hidup di dunia ini hanya sekali, tiada ulangan lagi, walau kehidupan abadi menanti untuk kehidupan selama-lamanya. Sesiapa yang hidup hatinya pasti akan mengutamakan bekalan jalan ke akhiratnya. Oleh itu, janganlah mensia-siakan waktu hidup di dunia untuk menuju ke alam abadi di akhirat sana. Rebutlah LIMA PERKARA sebelum datang LIMA PERKARA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar