Pages

Jumat, 26 Desember 2014

Aku Mencintaimu Setulus Hatiku

Kamu bilang aku boleh membawa apapun yang aku mau, sekarang aku Membawamu dan tak akan pernah aku lepaskan.
                                                                                  

Dalam hidup ini Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Perempuan baik maka akan mendapatkan laki-laki yang baik pula namun sebaliknya perempuan buruk tentu mendapatkan laki-laki yang serupa. Pernikahan menjadi sebuah tujuan dalam sebuah hubungan antara laki-laki dan perempuan dewasa.
Kisah mengharukan sekaligus menjadi pembelajaran dari pasangan suami istri yang terlihat sangat harmonis. Andre dan Rina merupakan pasangan suami istri yang memiliki keluarga yang harmonis. Sepuluh tahun sudah keduanya mengarungi indahnya janji suci di hadapan Allah SWT.

Suatu hari pernikahan keduanya dilanda kegelisahan. Sepuluh tahun keduanya hidup bersama tak kunjung mendapatkan seorang keturunan. Andre yang kala itu sangat ingin memiliki keturunan dari Rina belum juga mendapatkannya. Rina hanya bisa pasrah dan menyerahkan segalanya pada Allah SWT.

Bagai tersambar petir disiang bolong, Andre tiba-tiba mengajukan keinginannya untuk berpisah dari Rina. Berbagai macam alasan Rina kemukakan di depan laki-laki yang masih dicintainya. Keinginan Andre untuk menceraikan Rina mendapat penolakan dari kedua orangtua mereka masing-masing. Namun keputusan Andre sudah bulat, Ia bersikukuh untuk berpisah dengan perempuan yang tak bisa memberikannya keturunan.

Kedua orangtua akhirnya menyetujui kesepakatan keduanya. Sebagai syarat perceraian mereka, kedua orangtua membuat sebuah pesta perpisahan, pesta yang terbilang aneh karena tak ada unsur kebahagiaan di dalamnya.

"Dalam sebuah kesempatan kali ini, aku ingin memberikan seluruh harta dan apapun yang ingin Rina bawa dari rumah ini," ungkap Andre dalam kondisi mabuk.
Saat Andre terbangun, dilihatnya sosok sang istri Rina duduk setia disampingnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?", tanya Andre.

"Kamu bilang aku boleh membawa apapun yang aku mau, sekarang aku membawamu dan tak akan pernah aku lepaskan," ungkap Rina.
Penasaran dengan kisah keduanya? ikuti kisahnya selengkapnya..

Sekilas orang memandang, mereka adalah pasangan yg sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya, pasangan itu belum lengkap.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun. Akibatnya Pak Andre putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yg dianggapnya tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sangat sedih dan duka yg mendalam, akhirnya Bu Rina pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.

Sambil menahan perasaan yg tidak menentu, suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras, sangat tidak setuju, tapi tampaknya keputusan Pak Andre sudah bulat. Dia tetap akan menceraikan Bu Rina.
Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu.

Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui.
Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Saya berani sumpah bahwa itu adalah sebuah pesta yg sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yg hadir. Pak Andre nampak tertekan, stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara Bu Rina tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya.
Di sela mabuknya itu tiba-tiba Pak Andre berdiri tegap dan berkata lantang,
“Istriku, saat kamu pergi nanti… ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yg kamu suka dan kamu sayangi selama ini..!”
Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.
Keesokan harinya, seusai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yg masih berdenyut-denyut berat. Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yg dikenalnya kecuali satu. Rina istrinya, yg masih sangat ia cintai, sosok yg selama bertahun-tahun ini menemani hidupnya.
Maka, dia pun lalu bertanya,
“Ada dimakah aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan…”
Bu Rina pun lalu menatap suaminya penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab,
“Suamiku… ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu para tetangga. Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yg aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu tahu, di dunia ini tidak ada satu barangpun yg berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati kecuali kamu. Karena itulah kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu..!”
Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, Pak Andre pun lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam. Bu Rina pun hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya. Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya.
“Maafkan aku istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun…”
Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing-masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya.
Yup… till death do apart..! Subhanallah…#.#.#

Kesimpulan Cerita Kisah Suami Istri yang Mengharukan
Tujuan utama dari sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk menghasilkan keturunan, meski diakui mendapatkan buah hati itu adalah dambaan setiap pasangan suami istri, tapi sebenarnya masih banyak hal-hal lain yg juga perlu diselami dalam hidup berumah-tangga.

Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali tujuan kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka. Melalui kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yg kita jalani akan menemukan suatu solusi. Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah, sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.

“Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yg dimiliki, namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yg terdapat dalam keluarga tersebut. Maka jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!”

1 komentar: