Pages

Jumat, 28 Maret 2014

Menerima Takdir dengan Sabar


Cerita Petani miskin yang diam saja
Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik & gagah.
Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yg sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-2 nya menyayangkan & mengejek dia karena tdk menjual kudanya itu.
Keesokan hari nya, kuda itu hilang dr kandangnya. Maka teman-2 nya berkata :
- sungguh jelek nasibmu, padahal kalo kemarin di jual kamu kaya, skrg kudamu sdh hilang.
-Si petani miskin hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-2 nya berkata :
- wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan.
-Si petani hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-2 baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman2 nya berkata :
-rupanya kuda-2 itu membawa sial, lihat skrg anakmu kakinya patah.
-Si petani tetap diam tanpa komentar.
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa utk berperang, kecuali si anak petani karena tdk bisa berjalan. Teman-2 nya mendatangi si petani sambil menangis :
- beruntung sekali nasibmu karena anakmu tdk ikut berperang, kami hrs kehilangan anak-2 kami.
Si petani kemudian berkomentar :
” Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok. Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.”
Tetapi yg PASTI : Tuhan paling tahu yg terbaik buat kita.. Bagian kita adalah :
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita”
                       ” DAN INGAT ALLAH ITU TIDAK PERNAH TIDUR !!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar